3 Jenis Tes Diagnostik Saat Hamil

 

Fotosearch

Setelah menjalani tes skrining, tes selanjutnya adalah diagnostik, yaitu pengambilan sampel jaringan untuk mendiagnosis gangguan. Ada beberapa jenis diagnostik, yaitu:

1. Amnienostesis, dilakukan pada usia kehamilan 16-20 minggu dengan mengambil cairan ketuban di dalam perut sekitar 20 ml. Tes ini bertujuan untuk mengetahui adanya kelainan kromosom seperti trisomi 21, trisomi 13, dan trisomi 18 (sindrom Edwards atau kelainan jantung dan ginjal). 

2. Cordosentesis, dilakukan setelah usia kehamilan di atas 5 bulan dengan mengambil darah dari tali pusat untuk memastikan kelainan kromosom pada bayi. Pemeriksaan cordosentesis lebih akurat dibandingkan amniosentesis. 

3. Chrorionic Villus Sampling (CVS), dilakukan si usia kehamilan 8-10 minggu, dengan memasukkan sebuah tabung ke serviks melalui vagina. CVS bertujuan mengambil chorionic villi atau sampel jaringan dari plasenta untuk mendeteksi kelainan kromosom. Namun, ada risiko keguguran dalam tes ini.

Baca Juga
5 TES SKRINING UNTUK KEHAMILAN BERISIKO
MANFAAT TES DARAH SAAT HAMIL

 

 



Artikel Rekomendasi

post4

Manfaat Jalan Kaki Untuk Ibu Hamil

Jalan kaki merupakan salah satu pilihan olahraga yang bisa dilakukan oleh ibu hamil. Sebelum melakukannya, pastikan dulu Anda tahu manfaatnya dan risikonya bagi kehamilan Anda.... read more

post4

Migrain Saat Hamil Bukan Hal Sepele

Migrain selama hamil tidak boleh dianggap enteng. Penelitian Dr.Cheryl Bushnell dari Duke University, North Carolina, AS, menemukan ada kaitan erat antara migrain dengan penyakit vascular (pembuluh da... read more