3 Faktor Biologis yang Memengaruhi Perkembangan Anak

 

Foto ilustrasi (Freepik)

Perkembangan anak usia dini dipengaruhi oleh faktor biologis dan lingkungan. Faktor-faktor ini berperan penting sepanjang tumbuh kembang anak, terutama di masa prenatal (sebelum lahir) dan periode emas (golden age) yaitu lima tahun pertama kehidupan anak. Apakah tumbuh kembang anak positif atau sebaliknya, negatif, tergantung pada pengaruh faktor biologis dan lingkungan ini. 

Faktor biologis meliputi genetik, kimia otak, kadar hormon, nutrisi, dan jenis kelamin. Berikut penjelasannya dan bagaimana pengaruhnya terhadap tumbuh kembang anak. 

Nutrisi
Tak perlu dipertanyakan lagi, nutrisi memiliki kaitan erat dengan tumbuh kembang anak. Nutrisi yang baik akan mendukung anak tumbuh dan berkembang secara optimal. Sebaliknya, jika nutrisi anak buruk, tumbuh kembangnya bisa terhambat atau bahkan bermasalah. 

Faktor penting yang berhubungan dengan nutrisi anak yaitu status gizi ibu. Sejak sebelum hamil, calon ibu perlu memerhatikan kecukupan gizinya, kesehatan tubuhnya karena kelak janin akan memulai kehidupan dan menyerap makanan di dalam rahim ibu. 

Contoh nutrisi memegang peran kunci bagi tumbuh kembang anak, misalnya kecukupan asam folat. Asupan asam folat sebanyak 400 mikrogram (mcg) setiap hari selama tiga bulan sebelum pembuahan, dan selama awal kehamilan, secara signifikan menurunkan risiko cacat lahir tertentu pada otak bayi (anencephaly) dan kelainan tulang belakang (spina bifida).

Cacat lahir dapat terjadi pada beberapa minggu pertama kehamilan. Oleh karena itu, penting bagi seiap perempuan di usia subur untuk memastikan tubuhnya memeroleh setidaknya 400 mikrogram asam folat setiap hari. Jadi tak perlu menunggu hamil baru mengonsumsi makanan mengandung asam folat, karena ini bisa jadi terlambat. 

Baca juga: Jangan Sepelekan, Diare Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jenis kelamin
Gender atau jenis kelamin juga memengaruhi  tumbuh kembang anak dengan berbagai cara.

Misalnya, anak laki-laki dan perempuan memroduksi hormon seks secara berbeda yang juga berpengaruh terhadap kondisi fisik mereka. Anak laki-laki biasanya menghasilkan lebih banyak androgen (hormon seks laki-laki), sedangkan perempuan memroduksi estrogen (hormon seks perempuan).

Interaksi antara faktor biologis dan lingkungan
Faktor biologis tidak bekerja sendiri-sendiri. Gen, misalnya, dapat berinteraksi dengan gen lain dan lingkungan. Beberapa gen mungkin mendominasi dan menghalangi yang lain untuk diekspresikan. Dalam kasus lain, pengaruh biologis tertentu mungkin memengaruhi ekspresi genetik.

Contoh pengaruh biologis atas ekspresi gen adalah anak yang tidak mendapatkan nutrisi yang tepat. Anak itu mungkin tidak tumbuh tinggi, meskipun ia mewarisi gen untuk tinggi badan. 

Sebaliknya, anak mungkin tidak mewarisi gen tinggi badan, tetapi karena lingkungan (orang tua) memberi intervensi gizi yang baik, anak dapat mencapai tinggi badan optimal yang melebihi tinggi badan orang tuanya. 

Referensi: verywellfamily

Baca juga: 5 Manfaat Membaca Bagi Tumbuh Kembang Anak


ALI

 



Artikel Rekomendasi

post4

Calon Ayah Harus Cukup Asam Folat

Saat merencanakan kehamilan, bukan hanya calon ibu yang harus menjaga asupan makanan. Calon ayah pun harus memperhatikan makanan apa saja yang masuk ke dalam perutnya.... read more