5 Trik Cegah Gigi Anak Rusak dan Berlubang

 


Foto: Pixabay
 
 
Masalah gigi memang tidak bisa dianggap remeh. Dilansir dari www.HealthyChildren.org, kerusakan gigi bahkan menjadi masalah nomor satu yang dialami oleh anak-anak prasekolah. Di Amerika, 1 dari 10 anak berusia 2 tahun sudah memiliki satu atau lebih rongga di giginya, sementara pada usia 3 tahun sebanyak 28% anak memiliki satu atau lebih gigi berlubang. Dan saat menginjak usia lima tahun, hampir 50% anak memiliki satu atau lebih gigi berlubang!
 
Banyak orangtua berasumsi bahwa gigi berlubang pada gigi bayi bukanlah masalah penting karena gigi susunya nanti akan tergantikan oleh gigi permanen. Kenyataannya asumsi tersebut tidak benar. Kerusakan gigi pada gigi susu dapat berdampak negatif pada gigi permanen dan tentunya menjadi penyebab masalah gigi di masa depan. Ingin senyum balita tetap cemerlang dengan gigi putihnya? Ikuti trik cegah gigi rusak dan berlubang berikut ini…
 
1. Ajari kebiasaan baik
Sebagai orangtua, Bunda dan Ayah wajib mengajarkan si kecil untuk bersikap disiplin dan tertib. Ingatkan terus bahwa kebersihan mulut harus menjadi bagian dari rutinitas hariannya. Kebiasaan baik seperti menggosok gigi setelah makan atau sebelum tidur biasanya akan terus tertanam hingga dia dewasa. Awalnya mungkin perlu dibantu sambil diajak bermain agar si kecil lebih semangat melakukannya.
 
Begitu dia lebih terampil menyikat gigi, yaitu pada usia 5-8 tahun, tetap awasi kegiatannya agar plak dan sisa makanan benar-benar hilang. Plak adalah lapisan tipis pada gigi, biasanya lengket dan tak berwarna, yang terbentuk dari sisa-sisa makanan dan mengandung bakteri serta menyebabkan kerusakan gigi. Tanda gigi sehat adalah seluruhnya satu warna. Oleh karena itu, jangan lupa mengecek apakah ada bercak cokelat atau putih yang berbeda pada email gigi yang kemungkinan besar merupakan tanda awal pembusukan gigi.
 
2. Pilih pasta dan sikat yang tepat
Segera, setelah si kecil memiliki gigi, bantu anak untuk menyikat giginya dua kali sehari menggunakan sikat berbulu halus. Pada usia 3 tahun, anak-anak sudah mulai dapat menggunakan pasta gigi berfluoride seukuran satu butir beras yang membantu mencegah gigi berlubang. Penggunaan mineral fluoride ini bertujuan mengembalikan mineral pada gigi yang hilang akibat asam yang berasal dari plak dan gula sisa-sisa makanan. Tambahan mineral ini menjaga gigi agar tidak mudah goyang.
 
Perhatikan pula ukuran dan jenis bulu sikat gigi saat memilihkannya untuk si kecil. Di pasaran, Anda bisa menemukan sikat gigi yang dirancang sesuai kebutuhan anak-anak atau ditandai berdasarkan usia anak. Hal ini akan memudahkan orangtua agar dapat memilih sikat gigi yang tepat. Gantilah sikat gigi 3-4 bulan sekali atau bila bentuk bulu sikat sudah berubah karena sikat yang rusak tidak akan mampu membersihkan gigi secara menyeluruh.
 
3. Menyikat dengan saksama
Mungkin Anda sering mendengar berbagai macam cara gerakan menyikat gigi yang benar, seperti naik dan turun, bolak-balik, atau berputar-putar. Ternyata yang terpenting bukan arahnya, melainkan membersihkan deretan gigi secara menyeluruh, mulai dari bagian atas dan bawah, kemudian bagian dalam dan luarnya.
 
Si kecil mungkin berpendapat menyikat gigi bagian depan saja sudah cukup karena terlihat saat dia melakukannya di depan cermin. Di sinilah Bunda harus turun tangan dan terus mengingatkan bahwa gigi yang tidak terlihat pun harus disikat. Bantu si kecil mengarahkan sikatnya hingga dia benar-benar mahir menggosok seluruh giginya sendiri.
 
4. Hindari gula
Setelah menyikat gigi secara teratur, perhatikan pula makanan yang dikonsumsi si kecil karena berperan penting untuk menjaga kesehatan giginya. Gula adalah penjahat berbahaya bagi gigi. Semakin lama dan semakin sering gigi si kecil terpapar gula, maka semakin besar risiko gigi berlubang.
 
Makanan “bergula yang lengket” seperti karamel, permen, permen karet, manisan buah, serta kismis yang tersisa di dalam mulut seakan merendam gigi ke dalam gula. Jika dibiarkan selama berjam-jam bisa menyebabkan kerusakan serius pada gigi. Pastikan si kecil selalu menyikat gigi setelah mengonsumsi makanan bergula. Minuman mengandung gula, seperti susu kemasan atau soda, juga sebaiknya dibatasi. Beri air putih atau minta si kecil berkumur setelah dia mengonsumsi minuman bergula.
 
5. Rutin periksa gigi
Pemeriksaan gigi dan gusi secara teratur adalah pilihan terbaik untuk menjaga kesehatan mulut si kecil. Hal ini bisa dilakukan oleh dokter anak Anda untuk melihat adanya masalah terhadap pertumbuhan giginya. Apabila semakin serius mungkin anak akan dirujuk kepada dokter gigi anak atau dokter gigi umum. American Academy of Pediatrics dan American Academy of Pediatric Dentistry pun merekomendasikan agar semua anak memeriksakan gigi ke dokter gigi anak sejak berusia 1 tahun.
 
Setiap enam bulan sekali ajak si kecil berkunjung ke dokter gigi atau bisa juga lebih cepat apabila ada kondisi gigi yang mendesak. Sebagai bagian dari pemeriksaan gigi rutin, dokter gigi anak akan memastikan bahwa semua gigi berkembang dengan normal dan tidak ada masalah pada gigi. Dokter biasanya akan memberi saran tentang cara merawat gigi yang baik untuk si kecil.
 
PRIMA SOERATNO


Baca juga:

Gigi Bayi Harus Dirawat
Sikat Gigi untuk Bayi
Menambal Gigi Balita, Perlukah Dibius?

 

Artikel Rekomendasi

post4

Gigi Bayi Harus Dirawat

Anda pasti tak ingin balita Anda memiliki gigi berwarna hitam rusak akibat karies. Gigi karies menimbulkan rasa sakit, bisa menghilangkan selera makan anak Anda. ... read more

post4

Menambal Gigi Balita, Perlukah Dibius?

Usia 2 dan 3 tahun merupakan usia rawan gigi susu balita berlubang. Ketika gigi si kecil sudah tumbuh lengkap, tugas Anda sebagai orang tua mengajarkan kebiasaan baik agar gigi si kecil tidak rusak. ... read more