Cukupi Kebutuhan ASI Bayi Anda

 

Bayi baru lahir perlu menyusu antara 10 hingga 12 kali sehari, dengan jarak antara 1,5 hingga 2 jam sekali. Jika frekuensi menyusu lebih sering, tak usah dibatasi.

Tenang saja jika bayi Anda menangis selesai menyusu. Jangan buru-buru diberi cairan tambahan selain ASI karena belum tentu ia merasa lapar. Perhatikan, apakah ia memang kurang ASI atau ada sebab lain. Hati-hati, pemberian cairan selain ASI justru akan menghambat produksi ASI.

Tidak perlu dibatasi. Sebaiknya, biarkan bayi menyusu sepuasnya tanpa perlu dijadwal secara ketat. Karena produksi ASI akan seirama dengan kebutuhan bayi. Jika bayi Anda minumnya banyak, otomatis ASI yang keluar juga banyak. Semisal yang diminum 250 ml, hormon prolaktin akan memacu kelenjar susu agar menghasilkan ASI 25 ml. Jika rangsangan bayi minum ASI semakin sering, produksi susu juga meninggi. Sebaliknya, air susu akan berkurang jika rangsangannya jarang.

Biasanya, bayi yang baru lahir perlu menyusu antara 10 hingga 12 kali sehari, dengan jarak antara 1,5 hingga 2 jam sekali. Jika frekuensi menyusu bayi Anda lebih sering, tak usah dibatasi. Biarkan menyusu hingga bayi Anda merasa kenyang, karena kebutuhan setiap bayi akan bervariasi. Atau pada bayi yang baru lahir karena waktunya lebih banyak untuk tidur, upayakan membangunkannya agar ada waktu untuk menyusu.

Posisi menyusu bayi juga harus dicermati apakah sudah benar. Posisi menyusu yang baik diantaranya:
  • Badan bayi Anda menempel dengan badan sang ibu
  • Dagu bayi melekat pada payudara dan posisi dada juga melekat pada bagian dasar payudara
  • Mulut bayi terbuka dan bibir bawah juga membuka sehingga bagian areola (bagian kehitaman sekitar puting) tertutup mulut bayi
  • Puting susu tidak lecet
  • Perhatikan juga posisi perlekatan antara mulut bayi dan payudara ibu. Perlekatan mulut yang baik menempelnya tubuh bagian depan bayi pada tubuh ibu.
Baca juga:
Tanda Bayi Cukup ASI

 



Artikel Rekomendasi