Melawan Karies Pada Gigi Bayi

 

Penyakit yang paling sering terjadi pada gigi susu bayi adalah karies. Karies terjadi karena gigi susu dalam waktu yang cukup lama terkena zat asam yang diproduksi oleh bakteri yang ada dalam mulut bayi.

Susu, ASI, sari buah akan diubah oleh enzim yang ada dalam air liur bayi ke dalam bentuk yang dapat digunakan oleh bayi. Air liur yang keluar dari mulut bayi akan mencegah gigi susu kontak dengan zat asam dalam waktu yang berlebihan. Masalah biasanya timbul saat bayi tidur, ketika produksi air liur berkurang, dan proses menelannya berkurang. Saat tidur, cairan yang ada dalam mulut bayi akan kontak dengan gigi dalam waktu yang lama.

Untuk mencegah karies, dapat dilakukan upaya penguatan email gigi dan pengurangan paparan terhadap asam. Fluor dalam air minum merupakan hal yang telah terbukti memperkuat email gigi. Kadar fluor yang optimal dalam air minum adalah 0,7 sampai 1,2 ppm.

Untuk mengurangi paparan asam pada gigi (agar tidak menimbulkan karies), hindarkan bayi dari minum susu botol berlama-lama (misalnya berjalan ke mana-mana dengan botol berisi susu di mulutnya). Juga tidak dianjurkan untuk memberikan susu botol pada bayi yang tidur lelap. Usahakan juga agar bayi tetap terjaga sampai 15 menit setelah selesai minum susu. Kalau pun bayi segera tertidur setelah minum susu, maka mulut dan gusi bayi dapat dibersihkan dengan kain kasa yang lembut dan air hangat.

Gigi dan gusi bayi sebaiknya rajin dibersihkan setelah gigi pertama timbul, minimal sekali sehari. Dengan cara ini, mudah-mudahan karies dan penyakit gusi lainnya dapat dicegah. Anak dengan gigi susu yang terawat, akan membangun citra diri yang lebih positif dibanding dengan anak dengan gigi yang penuh karies. Selamat merawat gigi bayi Anda.

 



Artikel Rekomendasi

post4

Sendawa, Solusi Bayi Kembung

Bersendawa setelah minum susu penting bagi bayi, sebab akan menghindarkannya dari perut kembung. Udara di dalam perut bayi ini ikut menelusup masuk saat minum bayi minum susu.... read more