Penyebab, Gejala dan Cara Pengobatan Penyakit Campak

 

Fotosearch

Penyakit campak (measles) disebabkan oleh virus RNA (famili Paromyxavirus) yang hanya bisa menyerang manusia dan masuk ke tubuh manusia melalui saluran napas (penyebarannya lewat udara). Virus ini mudah hinggap pada orang yang ketahanan tubuhnya sedang lemah, belum pernah terkena campak, dan belum pernah mendapatkan vaksin campak. Setelah terpapar, selama 2-3 hari virus akan mengalami viremia primer (dari saluran napas menyebar ke seluruh pembuluh darah dan menginfeksi tubuh).

Penyakit rubella juga disebabkan oleh virus RNA dari genus Rubivirus. Virus ini juga hanya menyerang manusia yang kebanyakan berusia 3-10 tahun. Penyebarannya bisa melalui dua hal, yakni saluran napas dan transmisi vertikal (ditularkan dari ibu kepada janinnya). Saat menginfeksi, virus akan masuk ke sel-sel tubuh dan menetap di sana. Dan suatu waktu, saat tubuh sedang dalam keadaan lemah, akan mungkin terjadi reaktivasi dari virus tadi.

Gejala
Gejala campak dimulai dengan demam tinggi, anak tampak sakit berat, disertai batuk dan pilek, bisa ditemui muntah dan mencret.Gejala lanjutannya adalah dengan munculnya ruam kemerahan dimulai dari wajah lalu ke seluruh tubuh.Kemudian mata terlihat kemerahan dan berair, serta bibir pecah pecah.

Pada anak tertentu, saat mengalami demam tinggi akan mencetuskan kejang. Setelah demam turun, bercak berubah menjadi coklat kehitaman dan akan menghilang beberapa hari sampai minggu sesudahnya.

Penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi pada paru dan otak. Dan tak jarang, radang paru menyebabkan kematian.Virus ini sangat menular sehingga menimbulkan wabah.

Gejala rubella dimulai dengan demam ringan, anak terlihat sakit ringan yang diikuti dengan munculnya ruam kemerahan yang dimulai dari wajah dan meluas ke seluruh tubuh.Jika diraba di leher bagian belakang, terasa ada pembesaran kelenjar getah bening.

Biasanya seteah 3 hari demam turun tanpa meninggalkan bercak kecokelatan.Anak cepat pulih dan nafsu makan membaik. Virus ini jarang menimbulkan komplikasi. Komplikasi justru timbul apabila virus menyerang wanita hamil. Janin pada ibu tersebut akan mengalami gejala berat.
  
Dampaknya
Virus campak biasanya menyerang anak.Dampaknya bisa menyebabkan komplikasi yang serius di tubuh anak, di antaranya radang paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), kebutaan, gizi buruk, dan kematian.Apabila menyerang orang dewasa, biasanya gejalanya akan jauh lebih berat.

Sedangkan virus rubella, baik pada anak maupun dewasa, hanya akan mengalami gejala ringan. Serangan virus akan lebih dasyat jika menyerang wanita hamil, yang dampak negatifnya bayi dapat lahir dengan cacat.

Dampak yang lebih mengerikan sebenarnya jika ada ibu hamil yang terjangkit virus rubella.Rubella memang jarang menyebakan kematian, namun bisa menyebabkan bayi yang terlahir dari ibu yang terjangkit virus rubella mengalamikeguguran janin (semester pertama), retardasi mental (keterbelakangan mental), atau kecacatan pada bayi yang dikenal sebagai sindroma rubella kongenital (kelainan jantung dan mata, ketulian, dan keterlambatan perkembangan anak).

Cara mengatasi
Karena penyakit rubella belum ada obatnya (penyakit yang disebabkan virus tidak bisa diatasi dengan obat), maka salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan memberikan vaksin pada buah hati Anda yang berusia 9 bulan hingga 15 tahun.

Dan jika calon ibu terserang virus rubella saat hamil, yang bisa dilakukannya adalah memeriksakan kehamilannya ke dokter minimal di usia kandungan 2 bulan. Bayi bisa lahir normal jika ditangani di awal semester pertama.

Untuk anak dan orang dewasa yang berusia di atas 15 tahun, Anda tetap memerlukan vaksin ini.Untuk info lebih lanjut konsultasikan dengan dokter rumah sakit, puskesmas, atau pusat kesehatan lainnya.

Jadi, apa Bunda masih ragu memberikan perlindung vaksin untuk buah hati? Yuk, segera vaksin anak Anda sesegera mungkin!

Baca juga:
Ini Kata MUI Soal Vaksin MR

 



Artikel Rekomendasi

post4

Fakta Tentang Vaksin MMR

Katanya, vaksin MMR menyebabkan gangguan sistem percernaan dan penyerapan nutrisi sehingga mengganggu perkembangan otak anak dan mencetus autisme. Faktanya?... read more