Berkata Tidak pada Manipulasi Balita

 

Foto: Pixabay

Tahukah Anda bahwa si kecil sudah bisa melakukan manipulasi, terutama di waktu makan? Ya, salah satu caranya adalah dengan menolak menu yang telah Anda buat dengan mengatakan bahwa ia tidak mau memakannya atau tidak menyukainya dan meminta Anda mengganti dengan menu yang lain.

Bila Anda menuruti permintaan itu untuk menghentikan rengekannya, kemungkinannya ada dua:
  • Dia memakan menu penggantinya.
  • Dia tidak memakan juga menu penggantinya.
 
Kemungkinan kedua tentu Membuat Anda kesal dan frustrasi. Akan tetapi, bukan berarti kemungkinan pertama itu baik. Kacie Barnes, M.CN., R.D.N., L.D., ahli gizi yang berspesialisasi pada pemberian makan balita di Dallas, AS, mengatakan bahwa sekali pun si kecil memakan menu pengganti yang telah Anda buat, hal itu justru berdampak pada hal yang lebih buruk, yakni kebiasaan manipulasi lagi dan lagi.
 
“Meskipun bisa lebih mudah untuk menyerah pada tuntutan mereka di saat ini, dalam jangka panjang itu sebenarnya bukan kemenangan bagi Anda sebagai orang tua,” ujarnya. Dengan menuruti apa yang ia lakukan saat ia merengek, si kecil akan belajar bahwa Ayah atau Bundanya akan selalu menuruti apa yang ia minta.

“Di usia muda, mereka hanya sebatas tahu apa yang mereka inginkan. Tetapi mereka sama sekali tidak tahu apa yang sebenarnya terbaik untuk mereka,” ujarnya. Tentu saja, mereka tak pernah berpikir bahwa sup ayam lengkap dengan sayur mayur dan protein yang Anda sajikan akan lebih baik untuk tubuh mereka dibandingkan dengan roti selai coklat yang mereka minta.
 
Di sinilah Kacie menggarisbawahi bahwa orang tua berperan sebagai penyedia atau provider makanan. Anda bertanggungjawab menyediakan makanan sehat untuk si kecil.

Menurut Kacie, ketika orang tua tergiring menuruti manipulasi yang dicipatakan si kecil, mereka telah kehilangan wibawa dan wewenangnya sebagai penyedia makan. Lebih dari itu, hal ini akan semakin mengembangkan kebiasaan manipulatif si kecil dan yang lebih buruk lagi dapat menumbuhkannya sebagai picky eater. “Itulah sebabnya mengapa mengatakan tidak kepada mereka dan percaya diri pada penolakan Anda jadi sangat penting,” ujarnya.

Lantas apa yang harus Mama lakukan bila si kecil menolak makanan yang sudah Anda buat dan minta makanan yang lain?

Katakan “Tidak”
 
Untuk menghindari dampak-dampak negatif dari kebiasaan manipulatif di waktu makan, orang tua perlu menolak rengekan si kecil.  Kacie berkata, “Ingat bahwa mengatakan tidak tidak berarti ‘Aku tidak mencintaimu’ atau ‘Aku tidak peduli dengan apa yang kamu inginkan.’ Mengatakan tidak adalah bagian dari mencintai mereka dan mengambil peran yang tepat sebagai pembuat batas.”
 
Sebagai gantinya, Anda bisa mencoba mengatakan sesuatu seperti, "Bunda tahu kamu benar-benar menginginkan Bunda untuk membuat roti dengan selai kacang untuk mengganti sup ayam ini sekarang.. Masalahnya adalah, Bunda sudah membuat makanan ini. Dan, Bunda hanya memasak satu kali untuk makan malam. Kamu bisa memilih makanan lain yang tersedia di meja makan dan tidak harus makan ini jika tidak menginginkannya, tapi Bunda tidak bisa membuatkanmu makanan lain sekarang.” Ucapkan hal ini dengan lembut.

Anda bisa melanjutkan dengan menjelaskan manfaat sayur-mayur dan protein di dalam sup yang Anda buat. Hal ini dapat membuat mereka memahami perlahan alasan Anda menyediakan makanan tersebut, tanpa Anda harus mengatakan, “ini makanan terbaik buat kamu.”
Sekalipun berkata tidak nampak sulit untuk diterima si kecil, hal tersebut sebenarnya membuat mereka merasa lebih aman. Seperti yang diucapkan oleh Kacie, anak-anak merasa aman ketika ada aturan dan batasan yang jelas di tempat. Ini membuat mereka tahu bahwa mereka dapat mempercayai Anda untuk merawat mereka.
 
Baca Tanda-tanda
 
Hal lain yang perlu dipahami orang tua sebelum bergerak menuruti rengekan si kecil adalah dengan memahami motifnya. “Jika mereka membuat segala macam tuntutan, mereka mungkin tidak lapar,” ujar Kacie.
 
“Kapan pun anak Anda tetap tidak makan walaupun mereka meminta sendiri menunya (dan mendapatkan) sesuatu yang mereka minta, mereka kemungkinan besar benar-benar tidak lapar untuk memulai,” imbuhnya. “Ini terutama ketika mereka meminta makanan ringan atau camilan kemasan. Makanan-makanan ringan itu kedengarannya enak untuk dimakan bahkan jika mereka tidak lapar, sebagai lawan dari makanan utama yang mengenyangkan,” ujar Kacie memperingatkan.

Atau, kemungkinan lain adalah mereka bisa jadi sedang lelah atau mengantuk sehingga rewel. Coba bayangkan diri Anda di posisi mereka, apakah bisa atau nikmat bila harus makan saat sedang tidak lapar, lelah, atau mengantuk?

Mereka memang masih memiliki keterbatasan untuk menyampaikan itu pada Anda. Nah, oleh karenanya, alih-alih menuruti manipulasinya, lebih baik segera hentikan proses makan dan ganti di waktu makan lain. “Ingat, mereka tidak akan kelaparan jika mereka tidak makan pada satu kali makan,” ujar Kacie.
 
LELA LATIFA
 

 

 



Artikel Rekomendasi