Ibu Menyusui Perlu Mengatur Asupan

 

freepik


Banyak orang yakin bahwa apa pun yang dimakan oleh ibu, akan berpengaruh pada ASI. Misalnya ibu makan makanan pedas, bayi akan sakit perut dan diare. Betul bahwa rasa ASI tidak akan menjadi pedas.
 
Rasa makanan akan mengubah sensasi rasa ASI. Itulan keunikan ASI, memberi stimulasi indera pencecap pada bayi dengan rasa ASI yang sesuai dengan makanan yang dikonsumsi ibu.
 
Tapi, mengapa bila bayi mengalami alergi, ibu disarankan untuk menghindari makanan pencetus alergi?
 
Biasanya makanan yang tergolong protein atau allergen dapat memberi reaksi hipersensitif pada bayi. Selama bayi tidak rewel, reaksi itu tidak berbahaya.
 
Kebutuhan bayi terus berubah sejalan  pertambahan usia. Jadi bukan kualitas ASI yang menurun karena bayi bertambah besar. Setelah bayi berusia 6 bulan, ASI saja tidak cukup. Bayi memerlukan serat, kalori, zat besi dan seng lebih tinggi.
 
MPASI dibutuhkan dengan komposisi yang tepat, di samping ASI yang dapat dilanjutkan sampai anak berusia 2 tahun.
 
Ibu malnutrisi tidak mengubah komposisi kandungan ASI pada awal menyusui.  Komposisi kolostrum tetap baik, namun ibu yang sakit, kurang istirahat dan kelelahan seringkali ASInya kurang, atau produksinya menurun.
 
Bila jumlah produksinya menurun, tentu memengaruhi kenaikan berat badan bayi. Dalam jangka panjang, tubuh ibu menjadi korban, dan pada titik tertentu komposisi ASI berubah.
 
Bagaimana mengatur makan agar ibu dan bayi tetap sehat? Makanlah untuk 2 orang! Kata orang zaman dulu. Menyusui bukan berarti Anda harus makan dua porsi lebih banyak.
 
Yang terpenting saat menyusui, adalah jenis dan kecukupan nutrisi yang dimakan untuk produksi ASI agar tidak mengambil zat-zat dari tubuh Anda. Makanlah dengan menu seimbang; karbohidrat, lemak, protein, dan serat. (IR)

 

 



Artikel Rekomendasi