//} ?>

Waspadai Infeksi Jamur yang Menyerang Vagina dan Puting Susu

 



Foto: Pixabay

 

Kebersihan memang harus selalu diutamakan, terutama pada bagian organ intim. Terlalu tertutup menyebabkan daerah ini lembap yang semakin berisiko terhadap pertumbuhan jamur. Pada vagina infeksi akibat jamur kandida jarang membahayakan, tetapi jamur ini menyebabkan ketidaknyamanan dan dapat mengganggu proses menyusui juga aktivitas seksual. Sementara ‘sariawan’ yang muncul di puting susu berasal dari jamur mirip ragi yang secara alami hidup di tubuh manusia serta pada benda-benda seperti botol bayi dan boneka. Sistem kekebalan tubuh dan bakteri baik dalam tubuh kita biasanya dapat mengendalikan perkembangan kandida, namun pertumbuhan berlebih dapat menyebabkan infeksi kandida yang memengaruhi kesehatan ibu menyusui dan bayi ASI. Berikut penjelasan bidan Christine Klynhans yang dilansir di laman Livingandloving.co.za yang menjelaskan penyebab dan cara penyembuhannya.
 
Mengapa Anda berisiko terinfeksi kandida?
• Sistem kekebalan tubuh yang rendah.
• Kondisi medis seperti HIV, kanker, dan diabetes.
• Penggunaan antibiotik yang justri membunuh bakteri baik dalam sistem tubuh.
• Asupan gula tinggi yang seakan “memberi makan” jamur.
• Kerusakan kulit yang memungkinkan organisme menembus kulit dan tumbuh berkembang.
 
Kandidiasis vagina
Sebagian besar perempuan pernah mengalami infeksi kandidiasis vagina, tetapi sebagai ibu baru sangat penting mengelolanya secara tepat karena menjadi sumber infeksi pada bayi.
 
Faktor yang meningkatkan risiko infeksi
• Perubahan hormon selama siklus menstruasi bulanan dan kehamilan.
• Penggunaan kontrasepsi hormonal.
• Penggunaan sabun beraroma dan mandi busa.
Douching vagina (membilas vagina dengan preparat yang mengandung yodium) akan menghancurkan keseimbangan probiotik vagina. Douching sebagai bentuk pengobatan sariawan harus dihindari.

 Gejala
• Rasa gatal dan terbakar pada vagina.
• Kemerahan dan pembengkakan di area vagina.
• Cairan yang kental, putih, keruh.
• Sensasi menyengat saat buang air kecil.
• Nyeri dan ketidaknyamanan saat berhubungan seks.
 
Pengobatan
• Penggunaan salep antijamur di apotik untuk dioleskan ke daerah sekitar vagina yang mengalami gatal-gatal.
• Dalam kasus yang parah, dokter dapat meresepkan obat antijamur oral/ diminum.
• Gunakan produk-produk kesehatan wanita dengan tingkat pH yang dirancang untuk area vagina.
• Hindari pakaian ketat dan pakaian dalam sintetis.
• Ganti pakaian renang basah secepat mungkin.
• Gunakan pelumas berbasis air saat berhubungan seks.
• Kurangi asupan gula Anda.
• Tambahkan beberapa tetes minyak pohon teh ke air mandi Anda.
 
Puting susu 'sariawan'
Kemunculan puting yang terlihat bengkak seperti sariawan muncul secara tiba-tiba ketika periode menyusui berlangsung.
 
Apa penyebabnya?
• Kecenderungan infeksi jamur.
• Trauma puting.
• Mengenakan breast pad atau bra menyusui yang basah.
• Anemia pada ibu.
• Infeksi kandidiasis mulut pada bayi.
• Asupan gula tinggi dari makanan atau minuman yang dikonsumsi ibu untuk meningkatkan suplai ASI.
 
Gejala
• Nyeri pada puting susu seperti rasa terbakar atau gatal-gatal.
• Puting yang tampak merah muda cerah/merah dan meradang.
• Kadang-kadang jamur dapat terlihat di puting dalam bentuk bercak putih.
• Rasa sakit yang menusuk di payudara.
 
Pengobatan
• Temui konsultan laktasi bersertifikat jika Anda mencurigai adanya sariawan pada puting susu karena banyak faktor yang perlu dipertimbangkan.
• Bunda dan bayi Anda harus dirawat dengan proses penyembuhan butuh waktu sekitar 4-5 hari, kemudian dilanjutkan selama 1-2 minggu setelah gejala hilang.
• Cuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh payudara Anda.
• Ganti breast pad secara teratur.
• Cuci bra dan atasan (yang terkena ASI) menggunakan air panas dan jemur di bawah sinar matahari hingga kering.
• Rebus semua botol dan peralatan pompa ASI selama 20 menit setiap hari.
• Kurangi asupan gula dan susu Anda.
• Konsumsi suplemen echinacea untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
• Bilas puting susu menggunakan larutan campuran air dan cuka (1:1) setelah menyusui.
• Konsumsilah ekstrak biji jeruk bali 250mg tiga kali sehari.
• Meskipun aman bagi bayi Anda untuk menyusu langsung selama masa pengobatan, jangan membekukan ASI peras untuk digunakan nanti.


PRIMA SOERATNO


Baca juga:
8 Hal Wajib Tahu tentang Infeksi Jamur Vagina
Infeksi Jamur di Vagina Ibu Hamil

 



Artikel Rekomendasi