Smoothies, Minuman Gaya yang Sehat

 

 
123RF



 
Tren gaya hidup sehat mulai membudaya di sebagian masyarakat kita. Penjaja minuman sehat seperti jus dan smoothies mulai banyak di food court mal. Atau jika kita membuka buku menu di restoran, jejeran aneka jus buah/sayur dan smoothies pun tersaji. Bahkan banyak online shop yang turut menjajakan minuman sehat ini. Wah, semua berlomba-lomba buat hidup sehat.

Kalau dikatakan smoothies  adalah minuman yang sehat, oh, pantas saja sehat, kenapa? Karena smoothies merupakan minuman berbahan baku buah-buahan, sayuran, susu cair, dan es batu. Berhubung tekstur smoothies lebih kental –dibandingkan jus— maka banyak yang memperkaya rasanya dengan menambahkan taburan bubuk cokelat, granola, atau potongan buah-buahan.

Menilik dari proses pembuatannya, membuat smoothies tidak dibutuhkan waktu lama, kurang lebih 5-10 menit, sehingga kita akan mendapatkan minuman yang segar tanpa bahan pengawet. Prosesnya adalah tinggal memasukan potongan buah, sayur, bahan liquid (susu atau yoghurt) ke dalam blender, lalu haluskan hingga lembut. Simpel!

Dibalik smoothies ada manfaat yang baik bagi tubuh, yang utama adalah kaya akan serat. Sebab berbagai buah dan sayuran ada di dalamnya. Serat tersebut akan melindungi dan melancarkan sistem pencernaan Anda.

Teksturnya yang kental kerap membuat perut kita kenyang usai meminumnya. Namun, ada yang perlu Anda ketahui adalah smoothies bukan pengganti sarapan, makan siang, makan malam, atau pengganti asupan air putih. Seperti yang pernah dilansir oleh www.femina.co.id, Jansen Onko, M.Sc., RD, ahli gizi, pelatih fitness bersertifikat dan ahli nutrisi fitness menyarankan smoothies ini hanya untuk menambahkan asupan sayuran dan buah tiap hari. Terutama bagi mereka yang tidak suka atau tidak sempat mengunyah sayuran dan buah.  Sebagai panduan sederhana, yang penting adalah campuran antara sayuran dan buah yang seimbang. Sebaiknya konsumsi sayuran dan buah yang terdiri dari berbagai macam warna, setidaknya ada 5 macam warna,  tiap hari untuk mencukupi kebutuhan nutrisi harian. Oleh karena itu smoothies bisa dinikmati oleh balita dan ibu hamil. Hanya saja pastikan komponen dari smoothies-nya. Majalah shape asal AS menuliskan, smoothies yang sehat adalah menggunakan:
  • Bahan liquid yang tidak manis, seperti air mineral atau susu almond unsweetened, air kelapa unsweetened. Dapatkan rasa manis dari manis asli buah atau madu.
  • Buah yang dibekukan dibandingkan menggunakan es batu.
  • Gunakan buah dan sayuran yang fresh dan sudah dicuci bersih.
  • Lemak yang sehat, seperti avokad, kelapa, kacang pistachios atau almond
Tapi, apakah ada bahaya yang ditimbulkan ketika kita mengonsumsi smoothies? Smoothies menjadi berbahaya jika ada bakteri atau kuman yang masuk di dalamnya lewat buah dan sayuran yang belum dicuci atau busuk. Atau saat komponen smoothies mengandung bahan yang membuat tubuh Anda alergi. Kuncinya adalah konsumsi smoothies secara moderat, tidak berlebihan.
 
(TIM FEMINA GROUP/NAT/FAR)

Baca Juga:
Siasat Untuk Balita yang Sulit Makan Sayur
Sehatkah Minuman Smoothies?

 



Artikel Rekomendasi