Masker, Bantu Cegah Polusi

 


Asap kendaraan bermotor ditengarai sebagai penyumbang polusi udara terbesar. Menurut data Badan Pusat Statistik, tahun 2015 sudah terdapat 121.139 juta unit kendaraan bermotor. Sementara di kota besar seperti Jakarta, sepeda motor menguasai populasi kendaraan bermotor yang mencapai angka sekitar 14 juta.
 
Hal inilah yang menyebabkan, udara di Jakarta pada tahun 2016 mencapai kondisi sangat tidak sehat yang berarti kualitas udara dapat merugikan kesehatan pada populasi yang terpapar (data dari Indeks Standar Pencemaran Udara). Belum lagi asap yang disebabkan oleh limbah industri dan polusi ruangan seperti asap rokok. Ini tentunya semakin berpengaruh buruk pada kesehatan. Lalu, tindakan apa yang harus dilakukan sebagai pencegahan?
 
Kita bisa memulainya dari hal kecil, salah satunya dengan menggunakan masker. Perlu disadari oleh para pengemudi kendaraan bermotor dan juga masyarakat Indonesia secara luas, polusi udara dapat menimbulkan berbagai penyakit. Di antaranya batuk, asma, infeksi saluran pernafasan, jantung koroner hingga penyakit paru kronik. Untuk mencegahnya, dr. IrwanHeriyanto, MARS, Chief Medical Halodoc mengatakan, satu tindakan sederhana seperti menggunakan masker akan sangat berguna menyaring udara kotor terhirup dengan bebas. Sayangnya kesadaran menggunakan masker serta pemahaman bagaimana cara memakainya masih kurang diketahui masyarakat.
 
“Meski kerap terabaikan, namun polusi udara nyatanya memiliki potensi besar dalam menimbulkan dan menyebarkan berbagai macam penyakit di tengah masyarakat,” ujar Jonathan Sudharta, Founder dan CEO Halodoc (aplikasi konsultasi kesehatan berbasis online) dalam acara Kampanye #INDONESIASEHAT yang diadakan Senin (14/8) lalu di kawasan Blok M, Jakarta.
 
Dalam kampanye ini, Halodoc bekerjasama dengan GO-MED (layanan pesan antar obat dari aplikasi GO-JEK) membagikan 20.000 masker kepada para mitra pengemudi GO-JEK. “Kami menyambut baik inisiasi yang digagas oleh Halodoc. Kami percaya edukasi mengenai manfaat pengunaan masker sangat perlu dilakukan secara berkelanjutan. Di GO-JEK sendiri, kami juga telah menyediakan masker untuk para pengguna GO-RIDE dan mitra pengemudi. Kami berharap pesan dari kampanye kesehatan ini bisa menginspirasi masyarakat untuk menggunakan masker,” ujar Ingrid Silalahi, Head of GO-MED.
 
Rangkaian kampanye #INDONESIASEHAT akan berlanjut hingga puncaknya di Hari Kesehatan Nasional pada Bulan September 2017 mendatang. Adapun kegiatan selanjutnya yang akan dilakukan adalah medical check up bagi mitra pengemudi GO-JEK dan anggota keluarganya yang ada di kawasan Jakarta. Layanan ini menargetkan hingga 1.000 orang yang akan menerima pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat serta vitamin secara gratis.

 

 

Artikel Rekomendasi