5 Cara Lekas Hamil untuk Pasangan Muda

 


Foto: Pixabay

 
Kehadiran anak dipercaya mempererat hubungan suami-istri. Oleh karena itu, banyak pasangan berusaha memiliki momongan—terutama mereka yang baru menikah. Ingin lekas hamil dan menimang anak sendiri? Mulai, deh, menjaga kesehatan tubuh sebagai ‘rumah’ bagi calon bayi yang sudah ditunggu-tunggu. Berikut lima cara agar cepat hamil.
 
1. Bebas kontrasepsi
Dulu mungkin Anda dan pasangan berkeinginan menunda kehadiran si kecil sehingga memilih menggunakan alat kontrasepsi. Jika sudah sepakat untuk punya anak, silakan melepaskan alat kontrasepsi yang digunakan selama ini.  Apabila menggunakan sistem kalender dan kondom sebagai pencegah kehamilan, tentunya lebih mudah bagi Anda untuk memulai konsepsi. Yang perlu waktu adalah bila menggunakan alat kontrasepsi hormonal seperti pil KB maupun IUD agar siklus ovulasi kembali normal.
 
Jika masih ragu, ada baiknya Anda dan pasangan berkonsultasi dengan ginekolog mengenai rencana memiliki bayi. Yang harus diingat, sejak Anda memutuskan terbebas dari segala macam bentuk kontrasepsi maka kemungkinan hamil bisa terjadi kapan saja! Jadi, akan lebih baik lagi bila kondisi tubuh dan kesehatan Anda dan pasangan selalu fit.
 
2. Cek masa subur
Tidak masalah bila Anda dan pasangan sering bercinta. Namun, untuk menghasilkan bayi Anda harus mengetahui secara pasti kapan sel telur matang sehingga bisa dibuahi sperma pada saat yang tepat. Ovulasi atau peristiwa ovarium melepaskan sel telur yang sudah matang umumnya terjadi sekitar 12-14 hari sebelum hari pertama haid selanjutnya.
 
Bagaimana bila siklus haid tidak normal (berlangsung kurang/lebih dari 28 hari)? Pada siklus haid yang pendek, misalnya hanya 21 hari, ovulasi sangat mungkin terjadi hanya beberapa hari setelah selesai masa haid. Sementara pada siklus haid panjang, misalnya 45 hari atau dua bulan sekali, semakin sulit menentukan ovulasi yang memperkecil peluang kehamilan. Sangat disarankan untuk menemui dokter kandungan bila Anda merasa kesulitan menghitung siklus haid maupun masa subur.
 
Perempuan dengan siklus haid teratur 28 hari biasanya memiliki enam hari masa subur, yaitu lima hari sebelum ovulasi dan satu hari setelah ovulasi, atau 12-15 hari sebelum masa haid berikutnya. Rumus gampang menghitung masa subur yaitu siklus haid paling pendek dikurangi 18 hari yang merupakan hari pertama masa subur. Kemudian siklus haid paling panjang dikurangi 11 hari akan menjadi hari terakhir masa subur. Hari-hari di antara kedua tanggal yang sudah dihitung merupakan masa subur untuk pembuahan.
   
3. Jadwalkan waktu bercinta
Setelah mengetahui masa subur Anda, segera tentukan jadwal bercinta rutin bersama pasangan. Berdasarkan penelitian, bercinta sebelum masa ovulasi memperbesar kemungkinan sperma bertemu dengan sel telur. Apalagi sperma dapat menempel pada dinding rahim dan saluran tuba fallopi selama 2-3 hari, sementara sel telur yang matang harus dibuahi dalam waktu 12-24 jam setelah dilepaskan.
 
Untuk siklus teratur 28 hari yang berovulasi pada hari ke-14, disarankan mulai berhubungan intim beberapa kali dalam seminggu setelah hari terakhir haid. Selanjutnya bercinta bisa dilakukan setiap hari pada hari ke-10, pada saat ovulasi, serta dua hari berikutnya agar terjadi kehamilan.
 
4. Posisi menentukan prestasi
Adakah posisi seks tertentu yang dapat membantu mempercepat kehamilan? Menurut Christopher Williams, M.D., seorang ahli endokrin reproduktif yang membuka praktik pribadi di Charlottesville, Virginia, AS sekaligus penulis buku “The Fastest Way to Get Pregnant Naturally”, posisi seks apa pun dapat dilakukan jika ingin cepat hamil, terutama posisi yang membuat perempuan berbaring setelahnya.
 
“Lebih penting perempuan berbaring telentang beberapa saat usai bercinta. Berhubung bentuk vagina miring ke bawah, posisi berbaring ini memungkinkan sperma berenang lebih cepat ke arah sel telur,” jelas Dr. Christopher.
 
Selain itu juga disarankan untuk bercinta sebelum beristirahat di malam hari yang memungkinkan Anda berbaring lebih lama. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa jumlah sperma tertinggi adalah di pagi hari, meski sebenarnya Anda bebas melakukannya kapan pun, asalkan dalam kondisi tubuh yang relaks.
 
5. Bersiap untuk tanda (+)
Siapkan juga alat tes kehamilan (test pack) yang bisa digunakan di rumah. Gunakan bila Anda merasa jadwal haid terlambat beberapa hari dari biasanya. Alat ini akan mendeteksi kadar hCG (human chorionic gonadotropin) atau hormon yang diasosiasikan dengan kehamilan di dalam urine. Alat tes kehamilan bisa didapatkan di supermarket maupun farmasi dengan harga terjangkau.
 
Hasilnya negatif? Jangan bersedih dulu. Coba lagi beberapa hari kemudian—mungkin dengan merek alat tes kehamilan yang berbeda—karena bisa jadi produksi hCG terlalu rendah sehingga hasilnya tidak terbaca. Jangan sampai Anda cuek terhadap hasilnya padahal sebenarnya sudah hamil.
 
Jika hasilnya positif, maka Anda harus segera membuat jadwal temu dengan dokter kandungan untuk memastikan kehamilan. Semakin cepat kehamilan diketahui tentunya Anda akan mendapat perawatan pre-natal yang dibutuhkan, mulai menjaga konsumsi makanan maupun minuman, serta menghilangkan kebiasaan buruk agar janin sehat.


ALICE LARASATI


Baca juga:
Perhatikan Nutrisi Ibu Hamil, Kurangi 5 Makanan dan Minuman Ini!
Terapi Hormon Progesteron Cegah Risiko Keguguran

 

 



Artikel Rekomendasi