Berkomunikasi dengan Janin

Berkomunikasi dengan Janin  Ayahbunda.co.id
Image by : Dokumentasi Ayahbunda
Banyak riset menyebutkan, hubungan dekat ibu dan bayi, sangat memengaruhi kelangsungan emosional dan fisik bayi, mencegah penyakit, meningkatkan daya tahan tubuh dan meminimalkan potensi perilaku anti sosial. Hubungan ibu-bayi memastikan kelangsungan hidup bayi dari segi proteksi, nutrisi dan kasih sayang.
Bonding ibu dengan bayi, sebenarnya bisa dilakukan sebelum ia dilahirkan. Penelitian yang diterbitkan jurnal Child Development, 2009 mengungkapkan, janin punya memori jangka panjang. Janin usia 30 minggu bisa mengingat suara 10 menit, janin usia 34 minggu bisa mengingat suara hingga 4 minggu.
Penelitian lain menunjukkan, musik bisa menimbulkan respons emosional pada janin. Saat ibuhamil mendengarkan musik favorit dan merasa relaks, janin pun ikut relaks. Namun saat janin mendengar bunyi sirine yang membuat cemas, janin akan mengepalkan tangan. Artinya, janin bereaksi berbeda terhadap stimuli di luar rahim, dan sisi emosionalnya sudah berkembang sebelum ia lahir.
Karena sisi emosional janin sudah berkembang, ibu dapat menjalin hubungan dengannya sejak ia di dalam rahim. Usaha membangun bonding sejak bayi belum lahir, juga membantu ibu merasakan kedekatan lebih besar terhadap bayinya. Dengan demikian, ibu lebih ‘bersemangat’ menjaga kehamilannya dengan makan makanan sehat, minum vitamin dan menghindari bahaya demi keselamatan janin.  Berikut beberapa cara ‘berhubungan’ dengan janin yang ada di perut Anda:
  • Melihat foto ultrasound janin. Dalam satu penelitian, 70% ibuhamil yang membingkai foto ultrasound 3D merasa bahwa mereka langsung mengenali bayinya ketika lahir, dibandingkan 56% ibu yang memilih foto 2D biasa.
  • Memutar musik. Musik apapun yang membuat ibu nyaman dan relaks akan direspon positif oleh janin. 
  • Jauhi lingkungan berisik. Suara keras bisa menaikkan tingkat hormon stres kortisol pada janin, sebab suara ditransmisikan ke dalam rahim. Seiring waktu, kortisol bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh janin dan merendahkan batas toleransi stresnya di masa depan.
  • Ngobrol dengan janin. Janin bisa mendengar dan akrab dengan suara Anda. Hal ini membuat transisinya ke dunia luar menjadi lebih mudah, suara Anda pun membuatnya lebih nyaman dan merasa dekat.
        




Komentar

200 karakter tersedia

** Dengan meng-klik tombol "kirim" berarti kami telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
 
Kirim ke Teman
Nama
Email

Pesan
200 karakter tersedia
* Jika Anda telah login, maka email akan terkirim dengan nama Anda