Terusik Kawasaki

 

Penyakit yang mirip merek sepeda motor Jepang ini memiliki potensi besar menimbulkan serangan jantung di usia muda, mengingat penyakit ini 80% menyerang balita dan 50% adalah anak usia 1-2 tahun.
 
Belum dikenal. Berbeda dengan di Jepang, penyakit ini belum dikenal luas di Indonesia. Tomisaku Kawasaki pada tahun 1967 menemukan penyakit yang dikenal sebagai Mucocutaneous Lymphnode Syndrome. Penemuan ini lalu mulai dikenal dunia internasional pada tahun 1974, dengan nama penyakit Kawasaki untuk menghargai penemunya.
 
Kasus kawasaki. Pada awal 1980-an tercatat ada kasus penyakit Kawasaki di Indonesia. Tapi dr, Najib Advani, SpA(K), Mmed. (Paed), pakar dan peneliti kawasaki, secara pribadi baru menemukannya sekitar tahun 1996. Berdasarkan perhitungan dr.Najib, terdapat 5000 kasus baru di Indonesia setiap tahunnya, namun hanya 100-200 kasus yang bisa dideteksi. Hal ini akibat masyarakat awam maupun di lingkungan medis.
 
Penyebab belum pasti. Penyebab penyakit kawasaki hingga saat ini masih belum diketahui dengan pasti. Informasinya simpang siur, mulai dugaan dipicu oleh virus Coronavirus sampai bahan kimia pencuci karpet, bahkan kecenderungannya yang menyerang anak usia balita.

Baca:
Mengenal Penyakit Kawasaki

 



Artikel Rekomendasi