Dorong Anak Gemar Olahraga

 

Selain menyehatkan tubuh, olahraga dapat meningkatkan harga diri. Tunggu apa lagi? Ayo ajak anak Anda menyenangi olahraga.

Olahraga, baik olahraga tim maupun individual, punya banyak manfaat. Sejumlah penelitian membuktikan, anak-anak yang melakukan aktivitas atletik, kecil kemungkinan mengalami kegemukan di kemudian hari. Juga disiplin latihan yang tertanam, membuat mereka cenderung berprestasi baik di sekolah.

Repotnya, menyiapkan anak untuk siap berolahraga yang terorganisasi seringkali tidak mudah. Sebagian anak prasekolah lebih siap secara fisik maupun emosional untuk berolahraga. Namun sebagian lain sebaiknya menunggu setahun kemudian, kata Rick Woff, penulis Sport Parenting Edge .

Beberapa hal berikut dapat Anda upayakan agar olahraga menjadi pengalaman menyenangkan bagi anak.
  • Biarkan memutuskan. Biasanya anak menyukai olahraga jika memang ia yang menginginkan atau ia menerima saran Anda. Jika anak menolak, hindari terus menerus mendorongnya. Berilah waktu satu atau beberapa tahun lagi.
  • Melihat pada kelompok nonkompetitif. Fokus terbaik bagi kelompok dengan anak seusia anak adalah pada pembentukan keterampilan, hubungan pertemanan dan kesenangan. Boleh saja memberi pujian padanya jika anak berhasil mencetak gol, misalnya. Namun tidak perlu mencatatkan nilainya. Sekali Anda melakukannya, anak khawatir jika apa yang dilakukannya tak mendapat nilai baik.
  • Cari pelatih oke. Punya sikap positif merupakan syarat bagi pelatih olahraga anak. Seorang pelatih haruslah sabar menghadapi anak-anak dan perlu mengajari bahwa membuat kesalahan itu bisa ditolerir. Tak perlu memarahi, membentak atau memberi peringatan.
  • Fleksibel. Lamanya suatu permainan dalam olahraga tim berkisar sekitar 45 menit. Namun, jika anak bosan atau capai bahkan tak mau lagi meneruskan, biarkanlah ia berhenti. Anak tak perlu mencapai lama waktu yang ditentukan. Di usianya kini anak masih dalam taraf belajar, termasuk dalam menyenangi sesuatu. Jika terlalu memaksa, bukan tak mungkin ia kehilangan minat dalam bermain.

 

Artikel Rekomendasi

post4

Hati-Hati Waspada Campak!

Penyakit yang diakibatkan virus tak henti menghantui para orang tua di Indonesia dalam mengasuh balita mereka. Salah satunya adalah penyakit campak yang gampang menular. Gejalanya susah dibedakan deng... read more