Ayah, Begini 4 Langkah Menjadi Super Single Dad

 




Foto: Pixabay
 

Menjadi orang tua tunggal tidak pernah mudah, baik single mom atau single dad. Pasalnya Anda harus menguasai peran sebagai ayah dan bunda sekaligus. Bagi Ayah hal ini mungkin lebih terasa berat karena sehari-hari lebih sering berada di kantor. Namun, ketika ada perpisahan atau ditinggal selamanya oleh pasangan, maka single dad harus berusaha sebaik mungkin menjadi ibu bagi anak-anak. Berikut empat langkah mudahnya…
 
1. Buat prioritas
Bangun tidur harus segera menyiapkan sarapan, membuat bekal, menyiapkan hingga mengantar anak ke sekolah. Lalu bagaimana piring dan panci kotor? Jangan merasa bersalah meninggalkannya di bak cuci piring semalaman. Sadari bahwa waktu Ayah juga terbatas sehingga tidak semua hal bisa dikerjakan dengan sempurna. Lebih baik fokus mengurus si kecil agar pertumbuhannya optimal. Soal pekerjaan rumah tangga, kan, sebenarnya Anda bisa mencari ART harian.
 
Demikian pula soal kesulitan finansial, Ayah tidak boleh panik. Luar biasa kalau bisa memberikan semua yang diminta oleh anak, tetapi kalau memang tidak ada bujet dilarang memaksakan diri untuk membelikan sesuatu yang mahal demi membahagiakannya.
 
2. Bangun support system
Berurusan dengan perceraian kadang membuat hubungan di antara keluarga dan sahabat terpecah belah akibat versi cerita berbeda yang mereka dapatkan. Jangan lantas menjauhi mereka karena Anda membutuhkan support system demi si kecil seperti dilansir dari situs Allprodad.com.

Selain bersabar menghadapi keluarga dan sahabat, Anda juga harus membangun hubungan yang harmonis dengan guru, ART, bahkan tetangga agar perkembangan anak selalu terpantau—terutama bila Anda harus sering bepergian meninggalkan si kecil.
 
3. Berbagi tanggung jawab
Meski masih kecil bukan berarti anak-anak harus terus mengandalkan Anda untuk memecahkan semua masalah. Justru Ayah bisa mulai mengajarkan tangggung jawab dengan membuat rutinitas baru setelah tidak ada sosok ibu di rumah. Dilansir dari situs Verywellfamily.com, khusus anak perempuan, Ayah bisa bekerja sama dengan ibu atau ibu mertua serta mengajak kakak atau adik perempuan Anda menjadi role model bagi si kecil.
 
Jalinlah komunikasi yang baik sehingga anak tidak merasa diatur-atur dan mulai membandingkan Ayah dengan Bundanya dulu. Dengarkan keluh kesahnya dan bimbing anak mencari solusi dari setiap hal yang mengganggu pikirannya. Hal ini membuat mereka dapat bertahan dan percaya diri ketika bersosialisasi dengan anak-anak seusianya.
 
4. Beradaptasi kembali
Seberat apa pun kesendirian yang Ayah alami sebaiknya tidak terburu-buru mencari pengganti sosok ibu bagi anak-anak. Mereka baru saja mengalami peristiwa yang berdampak cukup besar dalam hidupnya sehingga butuh waktu untuk beradaptasi. Jika memang Anda bertemu sosok istimewa dan yakin dapat menaikkan level hubungan sebagai ibu baru bagi anak-anak, sebaiknya perkenalkan dulu sebagai teman agar si kecil juga bersedia berteman dengannya. Terlalu cepat memperkenalkannya sebagai calon ibu akan membuat anak-anak berharap banyak.
 
 
ALICE LARASATI
 

Baca juga:
3 Cara Halus Menyampaikan Perpisahan Orang Tua kepada Anak
Ayah Bunda, Jangan Lupa Bahagia Saat Mengasuh Anak!

 
 

 



Artikel Rekomendasi