Dukung Fondasi Belajar dengan Asupan Bergizi Tepat untuk Dukung Perkembangan Otak

 

Nutrisi yang baik diperlukan anak untuk tumbuh dan berkembang dengan optimal. Foto: Shutterstock

Tahukah Bunda, bahwa pada usia 1 hingga 5 tahun, perkembangan fungsi kognitif pada otak anak sedang dalam keadaan puncak? Maka dari itu sangat penting sebagai orang tua untuk membangun fondasi belajarnya sejak dini agar si Kecil mejadi pintar dan mandiri kelak. Tidak hanya itu, kepintaran anak juga dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan.
 
Siapa yang tak ingin punya anak pintar? Sebab anak yang pintar diyakini akan lebih mudah dalam proses belajar dan menyerap berbagai informasi yang diperoleh, dan anak mampu menyelesaikan persoalan dengan lebih baik.  
 
Selain faktor genetis, kepintaran anak dipengaruhi oleh lingkungan yaitu asupan gizi yang tepat dan pengasuhan atau stimulasi.  Anak butuh nutrisi esensial untuk mendukung fondasi belajarnya. Makan yang baik dan pengasuhan yang tepat, merupakan dua hal penting yang mendukung faktor genetik agar kecerdasan anak berkembang maksimal.
 
Bunda pintar pasti tahu bahwa pertumbuhan dan perkembangan otak anak terjadi pada 1000 hari pertama kehidupannya. Di usia 3 tahun percepatan pertumbuhan otaknya akan mencapai 80 persen. Nutrisi di 1000 hari pertama inilah yang akan menjadi fondasi penting bagi kehidupannya di masa mendatang.
 
Jika nutrisi itu terpenuhi, anak akan tumbuh menjadi anak yang:

- Berperilaku tepat

- Berinteraksi sosial dengan baik

- Percaya diri

- Memiliki kematangan emosional yang baik

 
Namun sebaliknya, bila nutrisi esensial itu tidak terpenuhi di 1000 hari pertama kehidupannya, ini yang akan dialami oleh anak:


- Perkembangan fisik, emosi dan kognitif terganggu

- Akademik akan terganggu

- Masalah perilaku dan mudah stress

 
Pada usia 1 tahun ke atas, anak akan memiliki tingkat aktivitas yang lebih tinggi dibanding usia sebelumnya. Perkembangan otak dan berpikirnya yang pesat, membuat rasa ingin tahunya pun  besar. Ia jadi rajin melakukan eksplorasi dengan cara memanjat, berlari, memegang apa saja yang mungkin kotor, dan memasukkannya ke dalam mulut.  Ini juga merupakan salah satu cara anak untuk belajar. Anak yang sudah lebih besar harus mendapatkan asupan lebih, baik dalam hal kualitas maupun kuantitas.
 
Jika demikian, daya tahan tubuh anak  juga harus menjadi perhatian. Sebesar 80 persen sistem kekebalan tubuh anak terdapat di dalam sistem pencernaannya. Artinya kalau sistem pencernaannya sehat, daya tahan tubuhnya juga baik. Daya tahan tubuh yang baik akan mendukung perkembangan otaknya. Itu sebabnya oragan pencernaan disebut otak kedua.
 
Mulai Menolak Makan
Bunda pernah kan, mengalami anak sulit makan? Anak sulit makan, merupakan masalah yang kerap dihadapi para bunda.  Banyak penyebab anak menjadi pemilih makanan; ada anak yang memang peka terhadap rasa, aroma, atau tekstur makanan.
 
Sebuah riset dari universitas Pittsburg, Pennsylvania menyebut, anak-anak memiliki kepekaan terhadap rasa pahit pada sayuran karena kandungan kalsium di dalam sayuran itu. Selain itu, insting anak yang ‘memperingatkan’ bahwa rasa pahit adalah ‘racun.’ Padahal sayuran mengandung kalsium yang diperlukan oleh anak.
 
Bunda, mengapa harus memberikan nutrisi esensial untuk anak? Beginilah otak anak berkembang:


- Perkembangan sinapsis dimulai sejak janin di dalam kandungan dan puncak perkembangannya terjadi di tahun pertama kehidupannya.

- Struktur dasar otak terjadi selama masa prenatal dan masa kanak-kanak, dan berlanjut sampai masa mendatang.

 
Jika anak tidak mendapat nutrisi esensial karena sering menolak makan, bisa dibayangkan apa yang terjadi. Fondasi belajarnya tidak terbentuk secara maksimal.  Panik! Ini reaksi pertama para bunda ketika anak mulai sulit membuka mulutnya.
 
Dalam situasi sulit seperti ini, bunda kerap memilih jalan pintas; kasih susu saja! Padahal susu bukanlah solusi bagi anak sulit makan. Tapi kan anak harus tetap mendapat asupan agar tidak terganggu tumbuh kembangnya? Betul bunda, tapi coba kreatif dulu membuat menu makan anak. Yang penting, ketika bunda merancang makanan untuk anak, perhatikan kebutuhan untuk otaknya. Jadi bukan makan asal kenyang.
 
Penuhi Kebutuhan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Otak
Otak merupakan bagian paling penting dalam sistem tubuh manusia. Dari otaklah organ tubuh dikendalikan. Itu sebabnya otak membutuhkan paling banyak energi dibanding organ tubuh lainnya.
 
Otak terdiri dari milyaran sel saraf (neuron) yang saling terhubung. Ketika anak mendapat informasi dari lingkungan (stimulus), sel saraf saling berkomunikasi dibantu oleh kimiawi otak (neurotransmitter) sehingga anak melakukan sesuatu.
 
Di antara ujung saraf yang satu dengan ujung saraf yang lain terdapat celah yang disebut sinap. Di dalam sinap inilah kimiawi otak berada, bahan dasarnya adalah asam amino. Itu sebabnya, asam amino sangat diperlukan agar sinap bekerja lebih ‘sigap’.
 
Bunda, inilah yang harus ada dalam menu harian anak agar tumbuh kembang otaknya maksimal:
Karbohidrat; sumber tenaga yang dibutuhkan untuk metabolisme otak dan membangun simpul-simpul saraf otak. Banyak sumber karbohidrat, salah satu  yang bermanfaat adalah laktosa yang bisa didapatkan dari susu.
 
Kolin, sebagai nutrisi esensial yang berperan dalam mendukung perkembangan otak khususnya peningkatan memori pada anak.  Kolin ini berperan penting dalam perkembangan otak dan mata anak. Kolin dapat diperoleh dari kacang-kacangan dan telur, juga susu yang difortifikasi. Asupan yang tidak memadai bisa menyebabkan kekurangan pada sistem penglihatannya dan saraf berpikirnya.
 
Asam Lemak Omega-3 (LA) dan Omega-6 (ALA).
Asam lemak omega-3 adalah lemak tak jenuh ganda, berperan penting untuk menurunkan kadar lemak dalam darah, mengurangi pembekuan darah dan meningkatkan kekebalan tubuh.  Asam lemak omega-3 tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh, sehingga harus didapatkan dari makanan seperti minyak ikan dan minyak nabati.
 
Sedangkan asam lemak omega-6 adalah asam lemak tak jenuh ganda yang punya peran esensial bagi tubuh, yaitu sebagai   sumber energi  untuk penyembuhan penyakit. Sumbernya adalah kedelai, minyak biji bunga matahari, jagung, minyak kelapa sawit, dan minyak biji kapas. 
 
Asam lemak omega-3 dibagi berdasarkan jenis dan perannya masing-masing, yaitu DHA dan AA.
Docosahexaenoid (DHA) adalah salah satu senyawa asam lemak omega-3 yang berperan penting untuk perkembangan organ tubuh, khususnya otak dan mata. DHA terkandung dalam berbagai jenis ikan seperti ikan tuna, salmon, makarel, dan sarden.
 
Arachidonic acid (AA) adalah asam lemak tak jenuh yang penting untuk pembentukan otak, jaringan saraf, jaringan penglihatan, dan membantu pembentukan sistem imun.
 
Vitamin dan berbagai mineral. Vitamin dan mineral berperan penting dalam tumbuh kembang anak. Vitamin sangat diperlukan untuk membantu mengatur metabolisme, mencegah penyakit kronis, untuk menjaga napsu makan, menjaga kesehatan mental dan kekebalan tubuh.
 
Sama seperti vitamin, mineral juga sangat penting. Terdapat ratusan enzim di dalam tubuh manusia, yang harus diaktifkan. Peran mineral ini adalah mengaktifkan enzim-enzim itu agar tulang dan gigi terbentuk dengan kuat, kontraksi otot berjalan dengan baik, impuls saraf bekerja normal, kerja jantung dan pembekuan darah terjadi dengan benar.  
 

 
 
Caption


Nutrisi Esensial Juga Ada pada Susu
Setelah anak berusia 2 tahun, masihkah perlu susu? Sebuah riset menyebut, tidak ada anak yang mengalami obesitas karena susu. Bunda   tidak perlu khawatir memberikan susu pada anak karena susu tidak akan membuat anak mengalami kelebihan berat badan. Penting melengkapi nutrisi anak dengan susu, karena susu selain mengandung vitamin, mineral, lemak susu, juga mengandung protein yang diperlukan untuk penyerapan mineral seperti alfa laktalbumin.
 
Alfa laktalbumin merupakan golongan protein hewani  penghasil asam amino yang banyak terdapat di dalam susu mamalia, termasuk manusia. Protein ini   sangat dibutuhkan untuk menutrisi otak dan sistem saraf selama masa tumbuh kembang anak. Alfa laktalbumin juga dapat merangsang daya tahan tubuh sehingga mendukung penyembuhan tubuh yang sedang sakit.    
 
Asam amino triptofan sangat penting untuk membentuk zat penghantar informasi antarsel otak (neurotransmitter) seperti serotonin dan melatonin. Serotonin penting bagi otak anak karena berperan dalam meregulasi fungsi otak, dalam hal ini kecerdasan anak, kecepatan proses berpikir, mengatur emosi dan perilaku. Bila serotonin tidak seimbang, anak akan mengalami gangguan perkembangan emosi dan perilaku. Sedangkan melatonin penting untuk membantu anak tidur nyenyak.
 
Sedangkan asam amino sistein adalah asam amino yang diperlukan untuk membentuk glutation, yaitu antioksidan yang kuat untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak. Inilah sebabnya pemberian nutrisi yang mengandung alfa laktabumin membuat anak tidak mudah sakit, sehingga mendukung optimaliasi perkembangan otaknya.
 
Yang juga penting adalah susu yang difortifikasi dengan kolin, LA (linoleic acid) dan ALA (alpha linoleic acid). Ini  dapat meningkatkan kemampuan berpikir, meningkatkan kemampuan konsentrasi dan mengingat.
 
 Sumber:
  1. Psychology Today: Why Your Kids Won’t Eat Vegetables, and What You Can Do About It.
  2. Spoonuniversity.com: The Scientific Reason Why You Hated Vegetables as A Kid.
  3. Kidshealth.org: My Toddler Hates Vegetables. What Can I Do?
  4. Huffpost.com: 5 Ways Children Learn to Hate Vegetables.
  5. WebMD.com: Alpha-Linoleic Acid
  6. Todaysdietitian.com: The Role of DHA and ARA in Infant Nutrition  and Neurodevelopmental Outcomes
  7. Parenting.co.id: Manfaat DHA di Tiap Usia Anak
  8. Cnnindonesia.com: 4 Risiko di Balik Diet Vegan, Dari Osteoporosis Hingga Stroke (Manfaat kolin, kolin didapat dari daging sapi, susu)
  9. Cnnindonesia.com: 7 Manfaat  Omega-3, untuk Otak Hingga Jantung
  10.  Kompas.com: 9 Makanan yang Mengandung Kolin Tinggi
  11.  SehatQ.com (Kementrian Kesehatan Republik Indonesia): Mengenal Omega-6, Esensial Namun Perlu Diseimbangkan Konsumsinya.
 
 
Baca Juga:
Cara Mam Pintar Dukung Anak Jadi Mandiri

 



Artikel Rekomendasi