Inilah 4 Masalah yang Akan Bunda Hadapi Usai Melahirkan

 


Foto: Pixabay


Bahagia, lega, lelah, kosong, dan masih banyak lagi emosi yang bermunculan setelah 24 jam menjalani proses persalinan. Sayangnya tugas Bunda belum selesai, justru babak baru akan segera dimulai bersama si kecil. Bagi yang akan mengalaminya untuk pertama kali, empat hal berikut ini mungkin bisa jadi ‘masalah’ sehingga sering membuat khawatir setelah 24 jam pertama menjadi ibu baru.

1. Kondisi fisik
Sembilan bulan mengandung, melahirkan dalam hitungan jam yang panjang, lalu bersiap untuk menyusui bayi? Ya, sangat normal bila Bunda merasakan lelah tidak berkesudahan, tetapi tubuh Anda siap menyesuaikan diri untuk melakukan pekerjaan yang luar biasa (lagi dan lagi!). Yang jelas kondisi fisik butuh waktu agar kembali fit.

Jangan kaget bila terjadi perdarahan—disebut lochia—yang menyerupai darah menstruasi dalam jumlah banyak. Biasanya berlangsung selama tujuh hari dan semakin berkurang di minggu kedua hingga enam minggu setelah melahirkan. Jangan lupa siapkan pembalut yang bisa menyerap darah tersebut.

Kondisi lain yang mungkin juga dialami oleh ibu baru adalah masalah konstipasi meski bayi sudah lahir. Oleh karena itu, usahakan mengonsumsi makanan tinggi serat dan minum banyak air putih. Jika tidak ada perubahan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter atau bidan Anda.

2. Jadi pabrik ASI
Ketika Anda memutuskan untuk menyusui bayi, maka payudara akan terus memproduksi kolostrum, yaitu makanan pertama bayi yang meningkatkan imunitas sekaligus kaya protein. ASI belum keluar dalam hitungan hari, sementara perempuan yang menjalani prosedur C-setion akan butuh waktu lebih lama lagi untuk memproduksi ASI.
 
Tidak semua ibu merasa alami dan nyaman untuk menyusui bayinya—meskipun sudah diajarkan oleh perawat di rumah sakit. Sebagian ibu menyusui bahkan mengalami lecet dan luka pada bagian putingnya akibat menyusui. Pegal-pegal ketika menjadi ‘pabrik’ ASI? Coba berganti-ganti posisi misalnya duduk atau berbaring. Siapkan juga krim puting agar Bunda tidak trauma menyusui si kecil—karena proses menyusui seharusnya tidak menyakitkan.       

3. Tidak bisa menyusui
Inilah salah satu kekhawatiran terbesar ibu baru. Jika memang tidak bisa menyusui bayi, bukan berarti Anda adalah seorang ibu yang buruk. Berbesar hatilah dan persiapkan diri untuk mengatasi engorgement (payudara bengkak). Pasalnya tubuh sudah mulai memproduksi ASI sehingga butuh waktu untuk menutup ‘pabriknya’. Payudara bengkak terjadi karena ada penyumbatan sehingga terasa nyeri, ngilu, bahkan tubuh ikut meriang. Untuk mengatasinya coba kompres payudara menggunakan air dingin dan berikan pijatan agar ASI mengalir ke luar.

4. Merasa tidak bahagia
Membawa pulang bayi ke rumah mungkin menambah beban pikiran pada ibu baru. Jika di rumah sakit ada perawat berpengalaman yang siaga membantu, di rumah belum tentu ada yang membantu selama 24 jam. Perubahan rutinitas setelah kelahiran bayi bisa jadi memunculkan perasaan tidak bahagia dan terganggu.

Perasaan tersebut biasa disebut baby blues yang wajar muncul karena tubuh Anda masih dipenuhi berbagai hormon. Berdasarkan artikel yang dilansir oleh Babycentre.co.uk, sekitar 5 hingga 8 dari 10 ibu baru mengalami baby blues pascamelahirkan. Untungnya perasaan ini menghilang sendiri dalam hitungan minggu. Jangan ragu mencari bantuan sebanyak mungkin—dari pasangan, keluarga, atau sahabat—agar perasaan negatif ini cepat pergi.


ALICE LARASATI
 

Baca juga:
Abaikan Komentar Buruk
Baby Blues, Depresi Ringan Sebelum PPD
24 Jam Pertama Usai Melahirkan


 

 



Artikel Rekomendasi

post4

Me Time Untuk Ibu

Ibu baru tetap harus punya me time untuk diri sendiri. Ini akan membantu ibu memulihkan energi, sehingga mampu menjalankan perannya dengan lebih baik.... read more