5 Fakta Tentang Bayi Kolik

5 Fakta Tentang Bayi Kolik Ayahbunda.co.id
Image by : Dokumentasi Ayahbunda
Tangis panjangnya sangat bisa membuat ibu baru panik. Fakta-fakta ini bisa membantu Anda tetap tenang. 
  1. KOLIK bukan indikasi bahwa ada yang salah dengan tubuh bayi. Pemahaman standar yang berlaku saat ini –yang masih bisa berubah– yaitu Kolik adalah kondisi yang terjadi bila bayi menangis, lekas marah dan rewel selama total 3 jam atau lebih sehari, lebih dari 3 hari seminggu selama 3 minggu lebih. “Perkembangan bayi adalah satu kesatuan. Ada bayi yang jarang menangis, ada bayi yang sering menangis. Hal ini tidak lantas berarti ada sesuatu yang salah dengan si bayi,” ujar Ronal Barr, MDCM., FRCPC,  dokter spesialis anak, ahli perilaku bayi di Universitas British Columbia, Kanada.
  2. KOLIK dimulai segera beberapa hari setelah bayi lahir. Kondisi ini umumnya ‘mengheboh’ pada bayi usia 2 minggu dan akan menghilang pada sekitar usia 4 bulan.
  3. KOLIK bukan karena kesalahan orangtua. “Ibu dan ayah yang bayinya menangis terus sering merasa bersalah, bahwa penyebab kondisi itu adalah akibat ketidakmampuan mereka merawat dan mengasuh bayinya. Tak ada hubungannya sama sekali!” kata Marc Weissbluth, MD, dokter spesialis anak penulis buku “Your Fussy Baby”. “Cara-cara yang biasa dilakukan untuk menenangkan bayi pun, seperti membedong, mengayun atau memberinya sesuatu untuk diisap, tidak banyak menolong.”
  4. KOLIK tidak disebabkan oleh perut kembung atau masuk angin. “Tak ada bukti ilmiah bahwa simethicone –unsur penyalur gas dalam perut yang diklaim oleh obat-obat tertentu–  akan menyembuhkan kolik,” tegas dr. Barr. Namun demikian, sebuah riset awal pada bayi-bayi yang mendapat ASI eksklusif ditemukan fakta bahwa Lactobacillus reuteri, bakteri sehat yang terdapat dalam suplemen yang dikonsumsi ibu, menurunkan tingkat tangis bayi hingga 95% --walaupun belum ditemukan korelasinya.  
  5. KOLIK tidak menyebabkan bayi kelak menjadi tukang ngambek. Tak ada efek abadi pada bayi yang banyak menangis –kecuali bila bayi tersebut sering diguncang atau mengalami kekerasan. Shaken baby syndrome adalah konsekuensi paling serius akibat kolik. Tangis yang berkepanjangan memang bisa membuat jengkel orangtua –yang paling sabar sekalipun. Maka tak apa untuk meletakkan bayi Anda menangis di boksnya dan tinggalkan ia sejenak bersama pasangan Anda atau pengasuhnya. Anda juga perlu istirahat dan menenangkan diri. 
Baca juga:
Pencegahan Kolik pada Bayi
Atasi Bayi KOLIK



Komentar

200 karakter tersedia

** Dengan meng-klik tombol "kirim" berarti kami telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
 
Kirim ke Teman
Nama
Email

Pesan
200 karakter tersedia
* Jika Anda telah login, maka email akan terkirim dengan nama Anda

>  Mengenal Neuroblastoma   16158   
>  2 Jenis Senyum Bayi   14293   
>  Balita Hobi Tampil   10197