Kelas Inspirasi IWF 2023 Ajarkan Para Ibu Berkebun di Rumah

 

 
 
Belajar menanam sayuran di rumah dalam Kelas Inspirasi Indonesian Women's Forum 2023


Metode-metode menarik tentang bagaimana memulai kebun di lahan sempit atau terbatas, mengubah setiap sudut rumah menjadi ruang hijau yang produktif.

Dalam kehidupan yang serba sibuk, terkadang sulit untuk menyempatkan waktu untuk menikmati hobi yang menyenangkan. Salah satu aktivitas yang semakin populer adalah berkebun di rumah. Meskipun memiliki ruang yang terbatas, kebun kecil yang menyenangkan dan bermanfaat tetap dapat terwujud dengan beberapa langkah yang dijelaskan oleh Britania Sari dari Ketumbar Workshop dalam Kelas Inspirasi, “Vegetable Farming at Home”, di Indonesian Women’s Forum (IWF) 2023.
 
 
Britania Sari dari Ketumbar Workshop dalam Kelas Inspirasi, “Vegetable Farming at Home”, di IWF 2023.

Syarat Sukses Berkebun


Seseorang sering mengalami kesulitan ketika akan berkebun, menurut Sari, adalah karena sering menganggap berkebun itu sulit. Maka, dalam kelas tersebut, Sari mengungkapkan beberapa syarat yang dapat diikuti ketika baru mulai berkebun. Yang paling utama adalah harus percaya diri bahwa berkebun itu mudah dan dapat dilakukan oleh siapa pun. Serta, selalu bersedia belajar ilmu baru, terutama mengenai berkebun, seperti dalam Kelas Inspirasi ini.

Selanjutnya, yang perlu disiapkan adalah lahan untuk mengolah tanaman. Jika berkebun, kenali ukuran atau bentuk lahan yang digunakan sesuai dengan tanaman yang cocok dengan kondisi tersebut. Menanam tanaman dalam pot dapat jadi pilihan terbaik untuk berkebun pada lahan terbatas. Pilihan tanamannya bisa berupa tanaman herbal—seperti mint, basil—atau tanaman sayuran, seperti tomat ceri, cabai, kangkung, dan lainnya.
 


Belajar re-grow sisa sayuran di IWF 2023
 

Media Tanam


Ketika berkebun di rumah, Sari menyampaikan agar memperhatikan media tanam yang digunakan. Untuk setiap bibit yang dikembangkan, gunakan media tanam berupa campuran tanah atau cocopeat, pupuk kandang atau pupuk kompos, dan sekam bakar. Campuran dilakukan dengan perbandingan satu banding satu, kemudian simpan dulu di tempat teduh selama tiga hari, ditutup dan jangan terkena hujan.

“Media tanam yang tepat diperlukan agar ekosistem di dalam tanah atau perakaran dapat terbentuk dengan baik sehingga tanah menjadi subur. Dengan begitu, tersedia unsur hara yang memungkinkan tanaman tumbuh dengan optimal. Media tanam yang sehat, menghasilkan tanaman yang sehat,” jelas Sari.

Sari juga mengingatkan pentingnya mulsa tanah atau bahan yang digunakan untuk menutupi permukaan tanah saat bertanam. Fungsinya, agar tanah dan mikroorganisme di dalamnya tetap terlindungi dari terik matahari, menjaga tanah tetap lembap, dan menambah kandungan unsur hara tanah. Contoh mulsa tanah adalah ranting kering, daun kering, jerami, pecahan kulit telur, potongan rumput, sekam mentah, hingga daun pisang.
 
 
Awali menanam dengan menggunakan wadah semai untuk bibit-bibitnya

Peralatan Berkebun


Cara berkebun di rumah dapat dimulai dengan menyiapkan pot atau wadah untuk menanam. Sari menyarankan untuk diawali dengan menggunakan wadah semai untuk menanam bibit-bibitnya. Ketika sudah mulai tumbuh, dapat dipindahkan ke pot yang lebih besar. Pastikan pot tersebut memiliki sistem drainase yang baik.

“Kita perlu memastikan tanah tetap dalam keadaan lembap. Pada musim kemarau, penyiraman dapat dilakukan dua kali sehari, pagi dan sore. Tapi, di musim hujam, tidak usah disiram secara rutin, cukup pastikan agar tanah tidak kering,” kata Sari.

Dalam workshop ini, Sari juga memaparkan waktu tumbuh tanaman yang perlu diperhatikan jika ingin melihat hasil terbaiknya. Seperti, bayam, kangkung, atau sawi hijau yang mulai tumbuh setelah bibitnya ditanam selama tiga hari. Kemudian, bayam dan kangkung dapat mulai dipanen setelah 30 hari, dan sawi hijau setelah 45 hari.

Selesai pemaparan dari Sari, setiap peserta berkesempatan untuk melihat dan melakukan praktek persemaian bibit tanaman. Dimulai dari mencampur media tanam dengan perbandingan satu banding satu, lalu menanam benih yang telah disediakan. Ada benih kangkung atau cabai. Kemudian, disimpan di tempat yang cukup sinar matahari selama beberapa hari. Dengan bimbingan Sari, berkebun di rumah bisa lebih mudah.

Pada akhirnya, kesabaran dan perawatan yang tepat menjadi kunci keberhasilan ketika berkebun di rumah. Perhatikan kelembapan tanah, jangan terlalu banyak memberi air karena bisa merusak benih atau akar. Pemupukan juga penting untuk memberikan nutrisi yang cukup pada tanaman.

“Perhatikan perkembangan tanaman sehingga dapat terpantau dengan baik. Oleh karena itu, berkebun di rumah juga perlu menyediakan waktu untuk merawat tanaman,” tutup Sari.

Baca Juga:

Belajar dari Bertanam
Popok Bayi Bisa Disulap Jadi Pot Tanaman
Menghias Ruangan dengan Tanaman Indoor
 

 



Artikel Rekomendasi