Cegah Anak Obesitas Selama Periode di Rumah Saja

 

Foto ilustrasi anak sekolah dari rumah (Freepik)


Akibat pandemi Covid-19, anjuran untuk tetap berada di rumah menyebabkan kesempatan anak untuk beraktivitas fisik menjadi jauh berkurang. Menonton televisi atau main game pada akhirnya akan menjadi pilihan anak untuk mengisi waktunya selama berada di rumah. Biasanya selama melakukan kegiatan tersebut anak juga cenderung lebih sering mengonsumsi berbagai camilan.

Gabungan ketiga hal tersebut tentunya akan meningkatkan risiko obesitas pada anak. Maka itu, untuk mencegah anak mengalami obesitas, dokter spesialis anak dr. Cynthia Rindang Kusumaningtyas, Sp.A dari RS Pondok Indah – Puri Indah memberikan beberapa tip sebagai berikut: 

- Biasakan anak mengonsumsi makanan bernutrisi seimbang dengan jumlah secukupnya serta menghindari kudapan berkalori tinggi.

- Minum air putih dengan jumlah cukup.

- Makan sayur dan buah setiap hari agar si kecil cepat merasa kenyang dengan makanan yang sehat.

- Membuat kesepakatan jadwal bersama keluarga untuk mengurangi waktu menonton televisi atau main video games dan digantikan dengan aktivitas fisik seperti jalan pagi atau main sepeda dengan tetap memerhatikan protokol kesehatan.

 
dr. Cynthia Rindang Kusumaningtyas, Sp.A

Rekomendasi aktivitas fisik untuk anak
Selain memastikan asupan nutrisi si kecil, aktivitas fisik secara rutin pun menjadi salah satu kunci dalam menjaga daya tahan tubuh. Maka itu, selagi masih #dirumahaja, ada baiknya Anda mengajak si kecil untuk beraktivitas bersama. 

Jenis kegiatan fisik atau lamanya olahraga yang dilakukan tentunya harus disesuaikan dengan usia anak serta kemampuan perkembangannya. Bila si kecil masih bayi, mengajaknya bermain dalam posisi tengkurap, mencoba meraih benda dengan merangkak, mendorong benda, atau bermain bola dalam posisi duduk selama 30 menit per hari sudah merupakan bentuk olahraga pada kelompok usia tersebut. 

Untuk batita, aktivitas fisik ringan seperti berjalan-jalan di taman sambil mencari kupu-kupu, bermain pasir, membantu menyiram tanaman dengan total 180 menit sehari akan menjadi alternatif kegiatan yang menyenangkan bagi anak. Untuk anak yang lebih besar tentunya membutuhkan olahraga dengan intensitas lebih tinggi berdurasi 60 menit dalam satu hari seperti main petak umpet, naik sepeda, hiking, menari, atau berlari. 

Apabila anak tidak menyukai olahraga tertentu, kegiatan harian di rumah seperti berkebun, membantu orangtua mencuci motor/mobil, bahkan menyapu pun sudah merupakan bentuk aktivitas fisik yang baik. 

Buatlah variasi pilihan kegiatan setiap harinya dan libatkanlah anak yang berusia lebih besar untuk menentukan aktivitas yang ingin dilakukannya. Keterlibatan seluruh anggota keluarga saat melakukan aktivitas fisik dalam suasana yang menyenangkan tentunya juga akan membuat anak lebih bersemangat untuk berolahraga.


ALI

 



Artikel Rekomendasi

post4

Kegemukan Pada Balita

Jika balita Anda dipuji orang karena gendut dan lucu, jangan bangga dan gembira. Anda justru harus waspada. Karena mungkin balita Anda mengalami kegemukan.... read more