Rambu Ajak Anak ke Rumah Sakit

 

Jangan bawa anak ke rumah sakit jika tak perlu. Rumah sakit bukan tempat yang aman untuk anak. Rumah sakit merupakan tempat terjadi pertemuan berbagai macam kuman  penyakit dalam jumlah yang banyak dari pasien dan kebanyakan sudah resisten terhadap obat dan antibiotik sehingga jadi lebih kuat dan ganas. Berbagai kuman penyakit dapat hidup dan berkembang di lingkungan rumah sakit, seperti di udara, air, lantai, makanan dan benda-benda medis maupun non-medis.
 
Infeksi menular. Setiap rumah sakit memiliki potensi menularkan infeksi yang disebabkan oleh kuman maupun bakteri. Infeksi yang juga disebut “penyakit rumah sakit,” penyakitnya tidak diderita oleh pasien saat masuk ke rumah sakit, melainkan setelah berada di tempat itu. Nosokomial terjadi jika toksin atau agen penginfeksi menyebabkan infeksi lokal atau sistemik. Infeksi nosokomial bersifat cross infection, yaitu dapat ditularkan:
•  Dari petugas medis ke pasien.
•  Dari pasien ke pasien.
•  Dari pasien ke pengunjung rumah sakit.
•  Dari  petugas medis ke pasien.
•  Dari petugas medis ke pengunjung rumah sakit.
Tidak hanya melalui kontak langsung, infeksi ini juga dapat ditularkan melalui udara atau pernapasan. Anak-anak rentan terjangkit infeksi nosokomial sebab sistem imun mereka lebih rendah daripada orang dewasa. Jenis penyakit infeksi nosokomial di antaranya diare, infeksi saluran kemih, tuberkulosis (TB), pneumonia, influenza, gastroenteritis, infeksi pembuluh darah, difteri, tetanus, pertusis (batuk rejan), bronkhitis, infeksi kulit, dan lain-lain.

Ini Rambunya!
  • Jangan bawa anak ke rumah sakit untuk menjenguk orang sakit atau mengantar Anda berobat.
  • Pilih RS Ibu dan Anak daripada RS Umum saat anak berobat atau diimunisasi, sebab cakupan pelayanan di  RS Ibu dan Anak lebih sempit sehingga mengurangi jenis mikro organisma jahat yang ada.
  • Minimalkan kontak antara anak dengan orang lain di rumah sakit, misalnya  tak perlu disuruh berjabat tangan atau bercakap-cakap dengan orang yang sedang sakit atau dengan petugas kesehatan.
  • Kenakan anak masker saat berkunjung ke rumah sakit, khususnya bila daya tahan tubuhnya sedang kurang baik.
  • Datang ke rumah sakit tidak lama menjelang giliran anak tiba sewaktu ia akan berobat atau diimunisasi, sehingga anak tidak perlu berlama-lama di RS.
  • Larang anak menyentuh benda-benda di rumah sakit meski benda tersebut tampak bersih.
  • Tak perlu makan di kafetaria RS, untuk meminimalkan risiko terpapar kuman melalui air dan makanan.
Ketika Anak Diopname. Di seluruh dunia, 10% pasien rawat inap di rumah sakit mengalami infeksi baru selama dirawat, dengan angka infeksi mencapai 1,4 juta kasus setiap tahun. Penelitian di 11 rumah sakit di DKI Jakarta tahun 2004 menunjukkan 9,8% pasien rawat inap mendapat infeksi baru selama dirawat.
  • Usahkan anak menginap di ruangan tersendiri atau bila tidak, ada pembatas area bagi pasien.
  • Pastikan penggunaan masker pada petugas kesehatan, dan pasien harus memakai masker jika meninggalkan ruangan.
  • Pastikan alat medis yang digunakan seperti jarum suntik, selang infus/kateter, dan sebagainya, baru dan steril.
  • Segera pulang bila dokter telah mengizinkan anak meninggalkan rumah sakit.(me)


 

Artikel Rekomendasi