Kepala Benjol

 

Foto: shutterstock

Berapa kali bayi Anda mengalami benjol di dahinya sebelum ulang tahunnya yang pertama? Umur 6 bulan menggelinding dari tempat tidur Anda. Lalu, sewaktu belajar merangkak, dahinya membentur kaki meja. Yang membuat Bunda panik, pastilah teriakannya karena kesakitan. Bunda perlu ingat bahwa kepala benjol tidak identik dengan cedera otak atau radang otak.

Terbentur di kepala lazim dialami bayi dan anak kecil karena proporsi tubuhnya. Besar kepala bayi dan anak kecil adalah 1/3 dari badannya, sehingga menyebabkan ia mudah kehilangan keseimbangan. Ini penyebab bayi jatuh dan benjol: 
- Terpeleset di kamar mandi
- Jatuh ke arah belakang
- Jatuh dari boks
- Jatuh dari tempat tidur
- Jatuh dari tangga
- Merosot dari ayunan di playground
- Jatuh dari sepeda roda tiga

Lakukan ini untuk mengatasi benjolnya:
- Usap-usah dengan lembut bagian yang terbentur
- Bila benjolan disertai memar, berikan salep thrombopop
- Kompres dengan es dibungkus handuk kecil
- Bila berdarah, cuci dengan air mengalir dan sabun
Setelah itu amati selama 2 x 24 jam.

Bila balita berumur 13 bulan terjatuh dari ketinggian 1 meter, kemungkinan berbahaya. Jika anak trauma kepala, amati selama 72 jam, dan perhatikan ini:
- Anak pingsan
- Muntah-muntah
- Sakit kepala
- Tidur terus dan sulit dibangunkan (gejala penurunan kesadaran)
- Lebih rewel dari biasanya.

Bila balita mengalami gejala tersebut, harus segera di bawa ke rumah sakit. Mungkin, dia perlu menjalani pemeriksaan CT-Scan kepala. Kadang-kadang pemberian obat Patropil dilakukan untuk  memperbaiki suplai oksigen ke otak. Trauma kepala tidak  ada kaitannya dengan radang otak atau radang selaput otak, karena keduanya adalah infeksi yang ditandai demam tinggi disertai kejang.



 

 



Artikel Rekomendasi

post4

Resep Kaserol Nasi Merah

Nasi merah yang terbuat dari gandum utuh kaya akan nutisi. Baik sekali diberikan untuk balita Anda, terutama yang menderita intoleransi laktosa. Untuk 1-2 tahun.... read more