Awas, Salah Gendong Bisa Menimbulkan Shaken Baby Syndrome

 

Fotosearch


Di balik kebiasaan menggendong yang lumrah dianggap biasa ini, ada yang ancaman shaken baby syndrome yang menghantui anak (terutama yang usianya kurang dari dua tahun), yaitu Shaken Baby Syndrome (SBS), yang disebut juga trauma pada kepala,  akibat terjadinya guncangan kuat yang menyebabkan cedera pada tengkorak, otak, dan sum-sum tulang belakang. Umumnya sering terjadi akibat ketidak-tahuan orangtua dan pengasuh yang melakukan hal tersebut,” papar Dr Robert Reece, dokter anak di Tufts Medical Center, Boston, Amerika Serikat.

Apa yang terjadi pada kepala bayi yang terserang Shaken Baby Syndrome?
Otot leher bayi masih lemah, namun musti menopang kepalanya yang lebih berat. Di kepala bayi terdapat rongga di antara tengkorak dan otak untuk mendukung pertumbuhan otak. Bila terjadi guncangan yang kuat, maka otak akan bergeser dalam rongga tersebut, dan menyebabkan bengkak dan pembuluh darah robek. Akibat dari pembuluh darah yang robek, -meskipun robekannya amat kecil- dapat menyebabkan perdarahan pada otak yang ditandai dengan muntah, kejang-kejang, hingga tak sadarkan diri. Bila si kecil mengalami tanda-tanda tersebut, segera datangi dokter untuk melakukan pemeriksaan otak (CT-scan dan MRI) untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat.

Gejala Shaken Baby Syndrome
Ada luka pada otak memang tidak dapat dilihat secara kasat mata, namun beberapa gejala ini dapat mengindikasikan SBS.
- Kejang.
- Muntah.
- Ada perubahan yang aneh pada tingkah laku seperti tidak biasanya (mendadak lesu, sering mengantuk, tidak tersenyum).
- Pandangan kabur.
- Menangis histeris.
- Kesulitan bernafas.
- Warna kulit pucat.
- Menggigil berlebihan.
- Perdarahan di retina.
- Nafsu makan hilang dan melemahnya daya isap saat menyusu hingga tak sadarkan diri.

Pencegahannya
Menurut National Library of Medicine, Amerika Serikat, pencetus terjadinya Shaken Baby Syndrome adalah emosi orangtua.  maupun pengasuh yang tidak mampu menenangkan anak, lantas memiliki emosi yang tidak stabil kemudian mengguncang-guncang anak dengan kuat berharap anak akan menurut. Sedangkan timangan lembut orangtua saat menidurkan anak maupun saat sedang bermain, tidak mungkin dapat menyebabkan sindrom ini. Namun yang perlu diperhatikan adalah, bila Anda terlalu gemas sehingga terlalu kuat menimang serta kekuatan orang dewasa yang jauh lebih kuat dibandingkan tubuh bayi yang masih lemah. (FIN/PAS)

Baca juga

Larangan Saat Menggendong
Manfaat Menggendong Bayi
Cara Aman Menggendong Bayi Baru




 

 



Artikel Rekomendasi

post4

Natal Teeth, Bayi Baru Lahir Tumbuh Gigi

Kalau bunda pernah mengalami hal ini pastilah kaget. Kok bisa, tumbuh gigi sebelum berumur 6 bulan? Jarang terjadi, tapi orang tua tidak perlu khawatir kalau mendapati bayi tumbuh gigi di usia sangat ... read more

post4

Kenali Kondisi Bayi Baru Lahir

Bayi baru lahir bisa buang air kecil setiap 1 sampai 3 jam sekali. Itu berarti 6 sampai 8 kali sehari. Sebagai ibu baru, banyak keputusan yang harus diambil segera, termasuk memilih popok. ... read more