Torsio Testis, Bikin Ayah Mandul

 

Fotosearch

Bila Anda merasa nyeri di testis yang berangsur-angsur hilang, lalu tidak beberapa lama kemudian nyeri itu datang lagi. Dan kali ini sakitnya terasa lebih hebat. Patut diwaspadai bahwa ada yang salah dengan kelenjar kelamin Anda. Bisa jadi Anda menderita torsio testis. Jangan ditahan lagi dan segera periksakan ke dokter karena ini menyangkut ‘masa depan’ Anda. 1 dari 4.000 pria mengalami gangguan ini, dan lebih sering terjadi pada testis kiri dibandingkan testis kanan. Ini akibat saluran sperma (funikulus spermatikus) bagian kiri lebih panjang daripada bagian kanan.

Apa itu torsio testis?
Dilansir dari situs www.mayoclinic.org, torsio testis adalah gangguan pada testis yang terjadi karena terpelintirnya saluran sperma (funikulus spermatikus) akibat perputaran testis sehingga suplai darah menuju skrotum (kantung zakar) terhambat. Funikulus spermatikus sendiri adalah jaringan seperti tali yang menuju testis pria, terdiri dari pembuluh darah yang membawa suplai darah dari dan ke testis. Funikulus spermatikus juga berfungsi membawa sperma dari testis ke penis. Nah, hilangnya suplai darah ini menyebabkan rasa sakit dan bengkak yang mendadak dan seringkali parah.

Siapa yang bisa mengalaminya?
Torsio testis kebanyakan dialami pria pada usia dewasa muda (15-30 tahun) dengan puncak insiden terjadi pada usia 12-18 tahun. Hal ini bisa jadi terkait dengan terjadinya pembesaran testis sekitar 5-6 kali selama masa pubertas. Meskipun begitu, gangguan ini juga bisa terjadi pada laki-laki usia berapa pun. Bahkan, tidak jarang janin yang masih di dalam uterus atau bayi baru lahir menderita torsio testis yang tidak terdiagnosis dengan persentase 70% terjadi pada fase prenatal dan 30% terjadi pada fase postnatal.

Apa penyebabnya?
Penyebab pasti masih belum diketahui secara jelas. Meskipun begitu, ada sejumlah faktor yang bisa meningkatkan risiko pria terkena gangguan ini, di antaranya:
- Memiliki orang tua atau keluarga dekat berpenyakit torsio testis.
- Memiliki riwayat torsio testis (sebelumnya pernah terkena kondisi ini).
- Memiliki jaringan ikat yang lemah di dalam skrotum (jaringan ini berfungsi menyangga testis).
- Cedera pada area alat vital (misalnya akibat kecelakaan atau saat berolahraga).

Bagaimana gejalanya?
Penderita torsio testis bisa merasakan gejala berupa:
- Pembengkakan dan nyeri hebat pada skrotum
- Nyeri saat buang air kecil
- Posisi testis yang meninggi secara tidak normal
- Pusing
- Demam
- Mual
- Nyeri perut
- Muntah

Jika perputaran testis terjadi cukup sering, maka seluruh aliran darah berisiko mengalami penyumbatan dan bisa mengarah pada kerusakan organ.

Bagaimana mengetahui kita terkena torsio testis?
Jika Anda mengalami gejala-gejalanya, segeralah ke dokter. Dokter akan memeriksa pembengkakan di skrotum Anda. Untuk lebih memperkuat diagnosis, biasanya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, salah satunya dengan USG untuk melihat tingkat kelancaran aliran darah menuju testis. Selain itu, pemeriksaan urin juga dilakukan untuk melihat apakah ada infeksi.

Bagaimana mengobatinya?
Torsio testis merupakan kondisi emergensi dan membutuhkan pertolongan sesegera mungkin. Menurut dr. Nugroho Setiawan, Sp.And dari RSUP Fatmawati, Jakarta, semakin cepat gangguan ini ditangani, semakin besar peluang testis untuk masih bisa berfungsi. Jika telat, maka risiko kerusakan pada testis akan semakin parah dan bisa mengancam fungsi testis, misalnya memproduksi sperma. Umumnya, pengobatan torsio testis adalah dengan pembedahan, sehingga testis masih bisa diselamatkan. Jika ditunda, maka bisa menyebabkan kerusakan permanen dan kemandulan pada pria. Jika testis sudah rusak parah, maka pasien mesti menjalani operasi pengangkatan testis.

(SAN/FIN)

Baca Juga
Kelainan Sperma Azoospermia
Sperma Menuju Sel Telur



 

 



Artikel Rekomendasi