Apakah Anak Sehat Membutuhkan Suplemen dan Vitamin?

 


Foto: rawpixel.com from Pexels



Semakin banyak iklan suplemen anak bermunculan dengan klaim dapat memenuhi kebutuhan nutrisinya. Tetapi apakah benar setiap anak membutuhkan suplemen harian atau vitamin? Para ahli menjawab “belum tentu”.  Idealnya, nih, anak-anak mendapatkan vitamin melalui diet seimbang dan sehat yang berasal dari susu dan produk susu seperti keju dan yogurt, buah-buahan segar dan sayuran hijau, protein seperti ayam, ikan, daging, dan telur, serta biji-bijian utuh seperti gandum dan beras merah. Lalu, siapakah yang membutuhkan suplemen? Yuk, baca selengkapnya di sini...

Kondisi khusus
Mengingat banyak orang tua tidak punya waktu untuk mengolah bahan makanan yang dibutuhkan anak, dokter anak pun merekomendasikan multivitamin atau suplemen mineral harian kepada:
• Anak-anak yang tidak mengonsumsi makanan secara teratur dan porsi seimbang terbuat dari makanan segar dan utuh.
• Anak pemilih (picky eater) yang tidak cukup makan sayur dan buah.
• Anak-anak dengan kondisi medis kronis seperti asma atau masalah pencernaan, terutama jika mereka sedang minum obat. Pastikan berkonsultasi dengan dokter anak sebelum memulai pemberian suplemen jika si kecil sedang dalam pengobatan.
• Anak-anak yang banyak mengonsumsi makanan cepat saji, makanan enak, dan makanan olahan.
• Anak-anak vegetarian atau vegan tetapi mungkin memerlukan suplemen zat besi, diet bebas susu tetapi memerlukan suplemen kalsium, atau melakukan diet terbatas lainnya.
• Anak-anak yang banyak minum soda berkarbonasi penyebab lepasnya vitamin dan mineral dari tubuh mereka.


Enam yang terpenting
Ada vitamin dan mineral sesuai urutan alfabet yang sangat penting untuk pertumbuhan anak-anak seperti dilansir laman Webmd.com.
Vitamin A untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh yang normal, perbaikan jaringan dan tulang, serta kesehatan kulit, mata, dan kekebalan tubuh. Sumber vitamin A yang dianjurkan termasuk susu, keju, telur, dan sayuran berwarna kuning ke oranye seperti wortel, ubi, atau labu.
Vitamin B kompleks (B2, B3, B6, dan B12) dapat membantu metabolisme, produksi energi, serta sistem peredaran darah dan saraf yang sehat. Sumber yang baik termasuk daging, ayam, ikan, telur, susu, keju, kacang-kacangan, dan kedelai.
Vitamin C untuk otot, jaringan ikat, dan kulit yang sehat. Sumber yang baik termasuk buah jeruk, stroberi, kiwi, tomat, dan sayuran hijau seperti brokoli.
Mineral untuk pembentukan tulang dan gigi dan membantu tubuh menyerap kalsium. Sumber yang baik termasuk susu dan ikan berlemak seperti salmon dan mackerel. Sumber vitamin D terbaik adalah sinar matahari.
Kalsium membantu membangun tulang yang kuat saat anak tumbuh. Sumber terbaik termasuk susu, keju, yogurt, tahu, dan jus jeruk yang diperkaya kalsium.
Zat besi membangun otot dan sangat penting untuk pembentukan sel darah merah yang sehat. Kekurangan zat besi akan mendatangkan risiko pada masa remaja, terutama bagi anak perempuan begitu mereka mulai menstruasi. Sumber yang baik termasuk daging sapi dan daging merah lainnya, kalkun, bayam, kacang-kacangan, dan prem.

 
Di sisi lain, hindari megavitamin (vitamin dosis besar) bagi anak-anak. Vitamin-vitamin yang larut dalam lemak (vitamin A, D, E, dan K) bisa menjadi racun jika anak-anak terlalu banyak mengonsumsinya.


PRIMA SOERATNO


Baca juga:
6 Makanan Penambah Imunitas untuk Bekal Anak
Berapa Dosis Vitamin C Tepat untuk Anak?

 

 



Artikel Rekomendasi