Kenali Tanda Anak Siap Mengamuk

 

Fotosearch
Ahli neuropsikologi anak di University of Minnesota telah menghabiskan bertahun-tahun untuk meneliti fenomena tantrum dan alasan di balik letupan emosi brutal yang kerap terjadi pada anak. Ternyata, letupan emosi tersebut merupakan reaksi biologis normal, senormal seseorang yang menguap saat mengantuk.

Menurut penelitiannya, anak usia 18 bulan sampai 4 tahun memang memiliki kecenderungan besar untuk mengamuk, hal yang sudah terpatri dalam benak mereka. Maksudnya? Ada satu bagian di otak kita yang bertugas mengatur emosi dan mengendalikan perilaku sosial, yang disebut oleh para ilmuwan PFC, alias korteks prefrontal. PFC baru mulai matang di usia 4 tahun, sehingga sebelum menginjak usia tersebut, anak lebih rentan mengeluarkan letupan emosi yang tidak masuk akal, seperti yang kita kenal sebagai tantrum.

“Pada usia-usia ini, anak Anda belum mampu berpikir rasional,” tutur Gina Mireault, Ph.D., pengajar psikologi di Johnson State College, Vermont. “Pengalaman yang bagi Anda biasa saja, ternyata jadi luar biasa membingungkan dan menakutkan untuk anak. Mereka mengira bisa tersedot oleh lubang wastafel, mereka takut badut di TV bisa keluar dan mengejar mereka.”

Ketegangan dalam pikiran tersebut mendorong tubuh melepaskan hormon kortisol, elemen primitif dalam tubuh manusia yang dahulu membantu nenek moyang kita melarikan diri dari hewan buas di hutan. Kini? Kortisol tak lain dan tak bukan menjadi resep dasar terciptanya tantrum; kortisol menaikkan tekanan darah, mempercepat napas dan membuat pikiran panik. Itu sebabnya anak bisa meledak, bahkan ketika hanya dipicu oleh peristiwa sepele. Tapi, para ilmuwan telah menemukan sejumlah gejala pasti yang mengawali tantrum. Mari siap siaga ketika sejumlah tanda berikut muncul pada anak:
  • Bahu terkulai, wajah merengut.
  • Anak berkeluh-kesah, tetapi tidak bisa diajak bicara baik-baik.
  • Ia aktif bermain, tetapi sebentar-sebentar tampak lesu.
  • Reaksi penolakan Anda disambut dengan amarah yang lebih dahsyat daripada biasanya.
  • Melempar berbagai barang di sekitarnya: mainan, buku atau makanan.
(DEN)

Baca juga:
Hindari Lakukan 3 Hal Ini Saat Anak Tantrum
Bahaya, Jangan Ancam Balita Tantrum
Balita Tantrum, Hadapi dengan 2 Cara Ini

 



Artikel Rekomendasi