Waspada Hiperinsulinemia pada Bayi

 

Pixabay


Hiperinsulinemia adalah gangguan yang terjadi akibat tingginya kadar homon insulin dalam aliran darah dibandingkan dengan kadar gula darah. Meski dikenal sebagai salah satu ciri diabetes, tingginya insulin dalam darah dapat menyebabkan gangguan metabolik pada seseorang, juga bayi. Gangguan yang terjadi pada bayi ini lebih dikenal dengan istilah Kongenital Hiperinsulinemia (HI).

Gangguan ini tergolong penyakit langka karena hanya terjadi pada sekitar 1 dari 25.000 hinga 50.000 kelahiran. Raredieseases.org menyatakan bahwa 60% bayi yang mengalami HI akan terdiagnosis sejak enam bulan pertama kehidupannya, sedangkan sebanyak 30% baru akan terdiagnosis di tahun pertamanya.

Pada kondisi terburuknya, HI menyebabkan kerusakan otak parah yang dapat mengakibatkan kejang dan koma, dan jika berkepanjangan dapat mengakibatkan kematian sel-sel otak. Ini terjadi akibat otak tidak mendapat asupan bahan bakar yang penting untuknya bekerja, seperti glukosa, keton, dan laktat. Inilah yang akhirnya dapat bermanifestasi menjadi gangguan kejang permanen, ketidakmampuan belajar, cerebral palsy, kebutaan, sampai kematian pada anak.
 
Mengapa hiperinsulinemia terjadi pada bayi?

Penyebab utama HI diduga akibat dari adanya kelainan genetik pada sel penghasil insulin di kelenjar pankreas. Beberapa penelitian menunjukkan, 50% dari kasus HI yang terjadi tidak disebabkan oleh mutasi genetik. Meskipun jarang, ada juga yang diwariskan dari keluarganya.

Anda patut curiga!

Apabila Anda menemukan kadar gula darah bayi berada di bawah 50 mg/dL, waspadalah! Pasalnya, kadar dula terendah orang normal hanya berada di bawah 60 mg/dL. Beberapa gelaja HI juga dapat muncul saat bayi berusia kurang dari 12 bulan hingga usia di bawah 18 bulan. Namun gejala HI tak selalu terlihat, atau bisa jadi baru ditemukan saat bayi sudah berusia anak-anak bahkan dewasa. Perbedaan kemunculan gejala ini dikarenakan HI memiliki karakteristik klinis, genetik, dan perkembangan penyakit yang bervariasi.

Gejala HI yang muncul pada bayi dapat berupa:

 
  1. Terlalu rewel.
  2. Cepat mengantuk.
  3. Mudah kehilangan kesadaran.
  4. Selalu lapar.
  5. Detak jantung sangat cepat.
  6. Suhu tubuh di bawah normal.
  7. Sering sesak napas.

Penanganan postnatal terbaik yang dapat Anda lakukan adalah periksa kadar glukosa bayi pada satu jam pertama kelahirannya dan terus diulang selama 4 jam. Jika ditemukan adanya gangguan HI, konsultasikan dengan dokter anak agar bayi segera mendapat penanganan yang tepat. (Wita Nurfitri)



Baca juga:
Sigap Hadapi Demam Kejang Balita
Musuh Mata Balita
Tak Ada Kenyangnya!

 



Artikel Rekomendasi

post4

Balita Intoleransi Laktosa

Intoleransi lakstosa adalah suatu reaksi simpang makanan karena kelainan metabolisme bawaan defisiensi enzim laktase, sehingga anak tidak dapat mencerna laktosa menjadi senyawa gula yang lebih sederha... read more

post4

Mencegah Balita Terkena Campak

Penyakit yang diakibatkan virus ini sudah dikenal sejak ratusan tahun lalu. Sayangnya, campak kerap disepelekan. Padahal, jika sudah tertular dan tidak diatasi dengan baik, bisa berakibat fatal pada b... read more