Cara Cepat Latih Anak Pakai Toilet Hanya dalam 1 Minggu

 

Ilustrasi Melatih Anak Pakai Toilet (Foto: Dok.)



Tak sedikit orang tua yang menganggap bahwa potty training adalah kegiatan yang perlu proses panjang hingga berbulan-bulan. Padahal ada sejumlah tip yang bisa diterapkan untuk mempercepat anak bisa menggunakan toilet sendiri.

Beberapa kiat potty training di bawah ini dapat Bunda dan Ayah praktikkan kepada anak untuk membantunya bisa memakai toilet dalam waktu satu minggu, atau bahkan lebih cepat!

Membagi dalam beberapa sesi
Dalam buku tentang mengajarkan anak belajar potty training lebih cepat, penulis Caroline Fertleman dan Simon Cove menganjurkan supaya orang tua memulai pembelajaran ini dengan menyediakan waktu khusus.

Maksudnya, pada hari pertama Bunda dan Ayah memberi pelatihan toilet training pada pagi dan sore hari selama beberapa jam di rumah. Pada masa ini, biarkan anak makan, minum, dan bermain seperti biasa. Tetapi, tiap 15 menit sekali tempatkan mereka di toilet.

Pada hari ketiga, lanjutkan potty training sepanjang hari. Jadi, bukan lagi tiap 15 menit sekali pada pagi dan sore. Jika Anda akan mengajak anak keluar, sediakan pispot cadangan di mobil atau kunjungi tempat-tempat yang memiliki toilet umum.

Metode 'telanjang' di rumah
Cara ini dilakukan dengan cara membiarkan anak tak memakai baju bawahan atau hanya mengenakan T-shirt saat di rumah. Keadaan setengah telanjang ini memberikan sensasi pada anak bahwa mereka tak memiliki 'tempat' untuk mengeluarkan urin maupun tinja - sebagaimana saat mereka menggunakan popok atau bawahan. Pada dasarnya, anak butuh sesuatu untuk menyalurkan hasrat alamiahnya, dan toilet adalah tempat yang tepat.

Berikan apresiasi
Rayakan setiap prestasi yang anak tunjukkan dalam menjalani potty training. Misalnya jika dalam satu malam Anda menemukan celana dalam anak tetap kering, tak ada salahnya membawanya berjalan-jalan ke toko mainan dan biarkan ia memilih sendiri hadiahnya.

Ajak keluarga menyemangati
Kata-kata positif bisa jadi pilihan terbaik bagi orang tua untuk menyemangati anak menjalani toilet training. Sampaikan kepada anggota keluarga yang lain untuk ikut memberikan pujian jika anak menunjukkan prestasi atau peningkatan tertentu.
 
Tunjukkan dengan contoh
Bagi anak laki-laki, melihat ayah atau kakeknya buang air kecil secara langsung bisa jadi contoh pembelajaran dalam potty training. Ini memberikan efek visual yang jauh lebih efektif daripada Bunda sekadar menyuruhnya duduk di kloset tanpa ada contoh nyata.

ALIKA RUKHAN
 
 

 

 



Artikel Rekomendasi