Langkah Aman Menyusui di Masa Pandemi

 

Foto ilustrasi (Freepik)
Virus Covid-19 dapat menginfeksi siapa pun, tak terkecuali ibu dan bayi. Bagi ibu menyusui, penting untuk menerapkan protokol kesehatan terutama menjaga kebersihan diri dan higienitas payudara saat hendak memberikan ASI pada bayi. 

Hal tersebut tentunya bertujuan untuk mencegah bayi dari terinfeksi virus Covid-19 karena kontak dari luar. Sampai Oktober 2020, virus SARS-COV2 belum ditemukan terdeteksi pada ASI, sehingga apabila bayi terkena virus Covid-19 kemungkinan penularannya terjadi dari paparan di lingkungan. 

Dokter umum konsultan laktasi dari Rumah Sakit Pondok Indah, dr. Meutia Ayuputeri Kumaheri, M.Res, IBCLC, CIMI., dalam keterangan tertulisnya pada Kamis, 5 November 2020 memaparkan bahwa ibu yang positif Covid-19 atau yang dicurigai terinfeksi Covid-19 dalam isolasi mandiri dapat menyusui dan menerapkan langkah-langkah berikut ini demi menjamin keamanan bayi dari penularan penyakit:

- Cuci tangan sebelum bersentuhan dengan bayi, peralatan pompa, dan peralatan minum bayi.
- Ikuti semua petunjuk cara membersihkan peralatan pompa dan minum bayi.
- Gunakan masker wajah saat menyusui bayi. Ganti masker apabila lembap atau basah. Segera buang masker sekali pakai setelah tidak digunakan. Saat memakai dan membuka masker, hindari memegang wajah bagian depan.
- Apabila ibu harus dalam perawatan terpisah dengan bayi, cari informasi terkait donor ASI atau orang sehat yang dapat memberikan ASI perah kepada bayi. Orang sehat yang merawat dan memberikan - ASI perah kepada bayi juga harus menjalankan protokol kesehatan yang sama dengan ibu.
- Bersihkan area permukaan perabotan di rumah dengan cairan pembersih secara berkala.
- Ibu tidak perlu membersihkan kulit payudara secara teratur sebelum menyusui atau perah ASI. Namun demikian, apabila ibu batuk atau bersin mengenai kulit payudara, ibu dapat segera mandi dan membersihkan area kulit payudara dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik, sebelum menyusui.

Apabila ibu merasakan gejala-gejala COVID-19 seperti demam, sakit kepala, batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan lainnya, segera konsultasikan ke dokter. Apabila ibu mengalami keraguan, dapat berkonsultasi dengan tenaga profesional yang dapat membimbing menyusui dalam kondisi COVID-19. Pilih fasilitas kesehatan untuk konsultasi dokter atau konsultasi laktasi yang menjalankan protokol kesehatan yang ketat. 

Langkah-langkah di atas tak hanya dapat diterapkan pada ibu yang dicurigai atau positif COVID-19. Tapi juga untuk semua ibu menyusui yang sehat. Protokol kesehatan yang ketat sangat penting diberlakukan di masa pandemi sekarang ini. Apabila ibu menyusui menemukan kesulitan dalam kegiatan menyusui, jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan konselor atau konsultan laktasi. 

Baca juga: 
Ayah Harus Ikut Menyusui, Ini Caranya

Bintik Merah di Kulit Bayi, Jerawat atau Alergi?


ALI



 

 



Artikel Rekomendasi