9 Kondisi Khas Ibu Hamil Trimester Pertama

 

Kehamilan tentunya akan mempengaruhi tubuh Anda. Perubahan sebenarnya sudah mulai terjadi sejak trimester pertama. Beberapa di antaranya cukup memalukan dan membuat kesal. Ketahui, agar Anda tidak perlu panik dan cari solusinya.
  1. Jerawat di dada. Ketika hamil, hormon-hormon Anda pun ikut berubah. Salah satu akibatnya adalah munculnya jerawat, yang tidak hanya muncul di wajah tetapi juga di dada, leher, dan juga punggung.  
  2. Tumbuh Rambut di mana-mana. Saat hamil, bukan hanya rambut Anda yang menjadi lebih lebat, tetapi juga rambut di wajah, tangan, ketiak, kaki, kemaluan, bahkan payudara.
  3. Mata kering. Perubahan kadar hormon terkadang menyebabkan terjadinya beberapa gangguan penglihatan, salah satunya adalah berkurangnya cairan mata.
  4. Keluar air liur. Keluar air liur saat tidur alias ngiler, sangat mungkin terjadi pada ibu hamil, karena semua cairan tubuh meningkat, termasuk ludah.
  5. Payudara membesar, lunak, dan nyeri. Masalah kehamilan ini biasanya terjadi di minggu kedua atau ketiga sesudah terlambat haid. Ini dikarenakan adanya peningkatan hormon esterogen.
  6. Keringat bercucuran. Saat hamil, Anda akan merasa mudah kepanasan atau kegerahan. Ini karena peningkatan aliran darah dan metabolisme.
  7. Basah di daerah vagina. Selain air liur, cairan yang juga meningkat jumlahnya adalah cairan vagina. Ada tidak perlu cemas selama masih dalam batas wajar.
  8. Jantung berdebar. Ini dikarenakan jantung mendapatkan beban tambahan dan sirkulasi darah meningkat.
  9. Hidung sering tersumbat. Ini dialami oleh 20%-30% ibu hamil. Situasi ini disebut rinitis kehamilan.

Kabar baiknya, hal yang mungkin terjadi selama rentang trimester pertama tersebut bukan masalah yang serius, bersifat sementara yang akan pulih kembali setelah bayi lahir. Bila kebetulan Anda mengalaminya, jangan terlalu khawatir, ada solusi jitu untuk mengatasinya.

 



Artikel Rekomendasi

post4

Hamil: Waspada Berat Badan!

Jika BB Anda kurang dari 40 kg saat dinyatakan hamil, Anda kemungkinan menderita kekurangan energi kronis (KEK) atau kekurangan gizi yang lama. Bayi yang dikandung berisiko berberat lahir rendah (BBLR... read more