Demam Berdarah saat Hamil

 

Demam berdarah, atau sering disebut Demam Berdarah Dengue, merupakan penyakit yang tidak dapat lenyap dari muka bumi. Disebabkan oleh nyamuk aedes aegepty pembawa virus dengeu, demam berdarah juga disebut penyakit infeksi.

Gejala demam berdarah antara lain demam tinggi yang disertai rasa nyeri kepala, otot, dan sendi. Trombosit bisa menurun drastis yang menyebabkan penderitanya bisa meninggal bila tidak ditangani segera dan dengan tepat. 

Di masa pandemi ini, selain covid-19, demam berdarah masih tetap harus diwaspadai, terutama bila menyerang ibu hamil. 

Apakah bahayanya bagi ibu hamil? dr. Yusfa Rasyid, Sp. OG mengatakan bahwa demam berdarah dalam keadaan terkontrol -  dalam arti tidak mengalami dengue shock syndrome secara langsung, tidak berbahaya bagi kehamilan. Selain itu, tidak semuavirus atau toxin-nya bisa melewati penapis di plasentan janin. Infeksi virus pada umumnya juga akan segera pulih karena ada mekanisme kekebalan tubuh, kecuali pada kasus HIV. Jadi Anda tidak perlu khawatir. "Cobalah banyak minum dan kontrol demamnyaagar janin tidak deg-degan di dalam rahim," saran dr. Rasyid. 

Lebih lanjut, Rasyid menjelaskan bahwa ibu hamil yang mengalami demam berdarah akibat gigitan nyamuk dengue, harus dipastikan tubuhnya cukup memiliki cairan. Untuk itu, perlu dirawat di rumah  sakit karena harus selalu dievaluasi dengan baik oleh dokter. Kehamilan juga  perlu dievaluasi, karena pada demam berdarah yang berat dapat membahayakan kesejahteraan kehamilan. Penyakit ini bisa meningkatkan risiko perdarahan bagi ibu yang memiliki masalah plasenta previa. 

 

 



Artikel Rekomendasi

post4

Plasenta Lepas

Plasenta yang lepas sudah termasuk kondisi yang membahayakan baik bagi ibu hamil maupun janin. Buruan ke dokter agar segera ditangani secepatnya... read more