Hamil Tua, Bolehkah Menggendong?

 


Si sulung merengek minta digendong. Apakah aman menggendong balita saat sedang hamil? Pertanyaan ini yang sering diajukan oleh ibu yang sedang hamil kedua.

Mengutip penjelasan Dr. Mary Lake Polan, seorang dokter obgyn dari University Of California mengatakan bahwa secara umum, membawa beban seberat 13,6 kg dikatakan aman untuk ibu hamil. Katanya, menginjak usia kandungan trimester ketiga, perut akan semakin membesar dan sebaiknya ibu membatasi untuk menggendong balita.

Berikut ini rekomendasi posisi dan teknik menggendong serta jenis gendongan yang aman dipraktikkan selama hamil dari Golda, seorang Babywearing Consultant and Educator dari Die Trageschule, Dresden, Jerman. Saat ini Golda juga aktif dalam Nusantara Menggendong, sebuah komunitas yang mengedukasikan menggendong aman dan nyaman untuk orangtua di Indonesia.

Gendong Samping (Hip Carry)
Untuk menghindarkan perut anda agar tidak tertekan saat menggendong balita, anda bisa memposisikan balita di samping tubuh anda. Dengan posisi menggendong ini, maka maka tekanan tubuh anak akan berada di samping perut dan di atas tulang pinggul atau di atas pinggang.
 
Namun, dengan posisi menggendong ini, kedua kaki anak akan melingkari tubuh ibu dan salah satunya berada dekat dengan perut. Maka anda harus tetap memerhatikan agar kaki anak Anda tidak sampai menekan perut.

Karena hanya bertumpu pada satu bahu, Anda mungkin akan cepat merasa pegal di satu bagian bahu. Oleh karena itu, Anda bisa bergantian meletakkan tumpuan di bahu bagian lainnya agar tulang belakang tidak mendapatkan tekanan dari satu arah saja secara terus-menerus.
 
Untuk menggendong samping, gunakan jenis gendongan selendang (jarik) dengan teknik simpul jangkar, ring sling (kain gendongan dengan ring untuk menyesuaikan panjang pendeknya), woven wrap (kain tenun panjang 4-5 m), atau pouch sling (gendongan instan seperti kantong).
 
 
Gendong Belakang (Back Carry)
Menggendong belakang dapat membuat perut anda leluasa dari tekanan. Posisi ini juga memungkinkan durasi yang lebih lama dalam menggendong. Beberapa jenis gendongan yang bisa anda gunakan adalah woven wrap, SSC (soft structured carrier), onbuhimo (gendongan seperti ransel), dan meh dai (memiliki tali bahu seperti SSC dan onbuhimo namun memiliki tali lilit panjang).
 
Menggendong belakang saat hamil memiliki kelebihan dalam membantu postur tubuh ibu lebih tegak lurus. Hal ini dikarenakan beban terbagi rata, yakni di depan dan belakang tubuh ibu.
 
Apabila Anda menggunakan jenis gendongan woven wrap, ada berbagai variasi teknik yang dapat Anda pilih. Anda bisa memilih teknik yang memfokuskan lilitan ke dada dan kedua bahu anda, bukan ke perut. Dengan teknik ini, maka area perut akan bebas dari penekanan.
 
Jika ingin lebih simpel, anda bisa memilih Meh Dai. Anda tinggal mengatur akhir ikatan jenis gendongan yang termasuk multiposisi ini. Anda bisa mengikatkan kain yang harusnya berada di pinggang, untuk diikat lebih ke atas lagi, tepatnya di antara payudara dan perut, sehingga tidak ada penekanan ke perut Mama.
 
Dengan posisi gendong yang sama, anda bisa juga menggunakan gendongan jenis Onbuhimo-Buckle. Prinsip gendongan ini sama seperti menggunakan tas ransel. Tentunya ini dapat menjadi solusi praktis karena tidak perlu mengikat tali panjang.
 
Apabila menggunakan SSC, Mama dapat mencoba dengan posisi waist pad berada di bawah perut. Perhatikan petunjuk menggendong yang tertera pada buku petunjuknya.

Tetap Perhatikan Hal-hal Berikut ini:

- Belum diketahui berapa lama durasi ibu hamil boleh menggendong. Namun, berhentilah menggendong begitu sudah merasa tidak nyaman.
 
- Ketika mengangkat balita hindari posisi membungkuk. Berlutulah sampai lutut anda benar-benar menyentuh lantai, angkat si kecil, lalu perlahan berjongkok dan berdiri.
 
- Bergeraklah secara perlahan ketika mengangkat anak. Dokter Obgyn Laurie C. Zephyrin seperti yang ditulis dalam Baby Center mengatakan bahwa peningkatan aliran darah selama kehamilan dapat membuat anda merasa pusing ketika berdiri tiba-tiba. Hal ini membuat anda dan si kecil rentan jatuh.
 
- Apabila benar-benar tidak mungkin menggendong, maka biarkan ayah yang melakukannya.

Lela Latifa
 

 

 



Artikel Rekomendasi

post4

Plasenta Lepas

Plasenta yang lepas sudah termasuk kondisi yang membahayakan baik bagi ibu hamil maupun janin. Buruan ke dokter agar segera ditangani secepatnya... read more