
Saat kehamilan mulai masuk trimester ketiga, Anda akan mengalami sederet perubahan fisik. Salah satu yang sangat mengganggu adalah varises. Buntutnya, keindahan kaki Anda menjadi ternoda. Bisakah diatasi?
Varises ini sebenarnya akibat perubahan keseimbangan hormon progesteron di dalam tubuh selama kehamilan. Terjadi perubahan elastisitas (kekenyalan) dinding pembuluh darah, yaitu menjadi lebih gampang membesar atau melebar.
Perubahan elastisitas ini biasanya dialami pembuluh darah balik atau pembuluh darah vena. Yakni pembuluh yang membawa darah "kotor" (darah yang banyak mengandung karbondioksida) ke arah jantung. Keadaan ini memudahkan terjadinya pelebaran pada pembuluh darah balik tersebut, serta menimbulkan sejumlah keluhan seperti pegal, kaku dan rasa berat pada betis. Kaki mulus Anda pun jadi tak enak dipandang.
Penonjolan-penonjolan pada kulit kaki itu sebenarnya aliran darah pada pembuluh darah balik (vena) yang terbendung. Pembendungan aliran darah ini biasanya terjadi karena ukuran rahim yang semakin membesar, lalu menekan pembuluh darah balik di sekitar perut. Akibatnya aliran darah pada bagian bawah perut menjadi tersendat. Jadilah betis Anda terkena varises.
Khusus pada ibu hamil, varises ini bahkan bisa terjadi pula pada daerah sekitar vagina atau jalan lahir. Walau jarang, varises pada jalan lahir ini bisa berakibat serius. Proses persalinan bisa terganggu bahkan varises pada vagina bisa membahayakan sang ibu jika lahir secara normal. Karena, saat mengejan, dikuatirkan varises di vagina atau bibir kemaluan akan pecah dan terjadi pendarahan hebat. Untuk kasus ini, dokter biasanya menyarankan operasi caesar.
Satu-satunya cara menghindari varises atau mencegah agar tak berlanjut parah adalah dengan tidak hamil terlalu sering. Selain itu, sebaiknya Anda sesering mungkin berbaring dengan posisi ke kiri pada waktu tidur. Tujuannya, agar pembuluh darah balik yang menuju ke jantung yang terletak di belakang rahim agak ke kanan, tidak tertekan.
Untuk varises di sekitar anus atau wasir, ada yang bisa Anda lakukan untuk menghindarinya. Caranya, antara lain dengan rajin mengikuti pola makan yang baik. Yakni makanan berserat dan tidak mengejan secara berlebihan ketika buang air besar.