I Daftar Baru I I
Tunda Gaya Hidup demi Biaya Kelahiran
Menyiapkan kelahiran bayi, ada 2 pos dana yang harus disiapkan: biaya kehamilan dan belanja barang-barang bayi, serta  biaya persalinan. Berikut trik dari perencana keuangan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Cek fasilitas kesehatan dari kantor. Apakah kantor membayari pemeriksaan kehamilan dan persalinan? Jika ya, berapa plafonnya? Jenis kamar apa yang mendapat penggantian? Jika kantor membiayai kelas I sedangkan Anda ingin kamar VIP, artinya Anda harus membayar selisihnya. Jika kantor tidak mengganti, berarti siap-siap membayar sendiri biaya kehamilan dan persalinan.

Apakah dana sudah siap? Jika harus membayar sendiri, idealnya dana sudah direncanakan sejak awal pernikahan, yaitu rencana jangka pendek “punya anak” dalam waktu 1-3 tahun, yang disimpan di tabungan, deposito, atau reksadana pasar uang. Dianjurkan reksadana pasar uang, sebab risikonya paling rendah, target keuntungan bersaing dengan bunga deposito,  dan dananya mudah ditarik. Tabungan tidak dianjurkan sebab mudah “disabotase” alias diambil untuk kepentingan di luar biaya kehamilan dan persalinan. Sedangkan deposito dikenai biaya penalti bila dicairkan sebelum jatuh tempo.
Saat menyiapkan dana, tetapkan standar tertinggi. Misalnya, anggarkan “bersalin secara Caesar di kamar VIP”. Tujuannya untuk mengantisipasi segala kemungkinan. Jika ternyata Anda bisa bersalin normal di kamar kelas 1, masih ada dana sisa sebagai simpanan.

Jika belum menyiapkan dana sama sekali, pilihannya: adakan dana standby dengan cara menjual aset, dan dananya diinvestasikan. Cara lain, segera berhemat dan menabung. Agar uang cepat terkumpul, ubah prioritas pengeluaran bulanan. Pengeluaran bulanan terbagi 4:  
  • Investasi (tabungan dan deposito).
  • Pengeluaran rutin (makan, tagihan listrik, air, transportasi).
  • Cicilan hutang (KPR, kartu kredit).
  • Lifestyle (makan di luar, ngopi, belanja fashion).
Dalam kondisi normal, lifestyle  bisa ditoleransi hingga 20% dari penghasilan dengan syarat investasi dan cicilan tidak terganggu. Namun saat harus mengumpulkan biaya kehamilan dan persalinan, kurangi anggaran lifestyle yang 20% itu, sebab biaya kehamilan dan persalinan tidak boleh mengganggu tabungan dan investasi.

Pangkas biaya lifestyle! Caranya, kurangi makan di luar, ngopi, salon, nonton, belanja fashion, rokok, internet broadband, dan hiburan lainnya. Penghematan 2 hingga 3 juta rupiah per bulan dari pos itu “menutup” biaya 1 kali periksa kehamilan, dan sisanya ditabung untuk biaya bersalin.

Komentar
Input komentar
200 karakter tersedia
* Dengan mengklik tombol "kirim" diatas berarti anda telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.
Kirim ke Teman
Nama
Email

Pesan
200 karakter tersedia
* Jika Anda telah login, maka email akan terkirim dengan nama Anda
Home - Member Area - Contact Us - Privacy Policy & Disclaimer - Site Map
Portal ini berisi informasi yang bersifat umum dan tidak ditujukan menggantikan saran dokter, psikolog, konselor, terapis dan ahli lainnya.
Konsultasikan keluhan atau masalah spesifik anak Anda dan keluarga kepada ahli.
Copyright © 2012 - 2013 Ayahbunda. All rights reserved.
Dilarang menyalin, mempublikasikan dan mengutip sebagian atau seluruh isi portal tanpa seizin Ayahbunda.
Tampilan terbaik gunakan IE 7+ / Mozilla Firefox 3+