Cegah Kanker Paru

 

Fotosearch

Dikutip dari Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kanker paru adalah semua penyakit ganas pada jaringan paru. Keganasan tersebut dapat berasal dari paru sendiri (primer) maupun dari luar paru (metastasis). Kanker paru merupakan kasus kanker terbanyak pada laki-laki dan urutan ke-4 terbanyak pada perempuan. Kanker ini menjadi penyebab kematian utama baik pada laki-laki maupun perempuan.

Gejala kanker paru:
Pada tahap awal, kanker paru tidak menyebabkan gejala apa pun. Gejala hanya akan muncul ketika perkembangan kanker telah mencapai suatu tahap tertentu. Berikut ini gejala awal yang timbul:

- Batuk yang berkelanjutan dan bertambah parah, hingga akhirnya mengalami batuk darah
- Mengalami sesak napas dan rasa nyeri di dada
- Mengalami kelelahan tanpa alasan
- Pembengkakan pada muka atau leher
- Sakit kepala
- Sakit pada tulang, bisa pada bahu, lengan, atau tangan
- Berat tubuh menurun
- Kehilangan selera makan
- Suara menjadi serak
- Kesulitan menelan atau sakit saat menelan sesuatu
- Perubahan pada bentuk jari, yaitu ujung jari menjadi cembung.

Kanker paru stadium dini biasanya tidak menunjukkan gejala yang jelas. Deteksi dini yang paling mudah untuk mengetahui gejala kanker paru adalah dengan melakukan foto rontgen paru. Foto rontgen paru biasa dilakukan di rumah sakit yang memiliki fasilitas rontgen paru. Namun saat ini telah ada pemeriksaan deteksi dini kanker paru yang lebih akurat dengan metode MSCT (Multi Slice CT) Low Dose.

Penyebab kanker paru
90-95% penyebab utama dari kanker berhubungan dengan kebiasaan merokok. Biasanya kanker paru dialami oleh laki-laki di atas usia 50 tahun. Tapi pria di atas 20 tahun yang merupakan perokok aktif lebih berisiko terkena kanker paru. Selain itu, ada beberapa faktor risiko lain penyebab kanker paru, yaitu:

- Faktor usia (di atas 50 tahun)
- Faktor genetik (riwayat kanker paru dalam keluarga)
- Faktor karsinogen, di antaranya paparan zat kimia, radiasi, virus, hormone, dan iritasi kronis
- Faktor gaya hidup, misalnya kebiasaan merokok dan terpapar asap rokok.

Untuk pencegahan penyakit kanker paru, yang paling utama adalah dengan menghindari risiko kanker paru, yaitu dengan berhenti merokok dan menghindari asap rokok, menjalani gaya hidup sehat dengan cara mengonsumsi makanan sehat dan bernutrisi dan berolahraga secara teratur. (SW)

Baca Juga:
- Mengenal Kanker Testis pada Pria
- Hernia Turunkan Kesuburan Pria
- Torsio Testis, Bikin Ayah Mandul

 

 



Artikel Rekomendasi