Balita Belajar di Playground

 

Tak hanya bermain, di playground anak juga belajar. Bermacam alat bermain di playground tak hanya asyik dimainkan, tapi juga merupakan sarana latihan otot-otot tubuh anak dan tempat untuk belajar berbagai hal. Permainan seperti apa saja dan bagaimana manfaatnya?

Bermain Terowongan

Anak belajar:
  • Berani. Suasana di dalam terowongan cukup menyeramkan bagi anak-anak karena agak gelap dengan sumber cahaya hanya berasal dari ujung terowongan, udara juga lebih dingin dan suara jadi bergema. Dia harus berani maju terus karena ia tak mungkin bisa berbalik arah.
  • Sabar. Untuk melewati terowongan, anak harus merangkak sehingga butuh waktu lebih lama. Dibutuhkan kesabaran untuk sampai di ujung terowongan. Saat merangkak ini, kekuatan otot tangan dan kaki menjadi andalan sehingga otot di kedua bagian ini diperkuat. 
  • Kesadaraan spasial. Di dalam terowongan, anak harus bisa mengukur jarak antara tubuhnya dengan dinding di sebelah kanan-kiri-atas terowongan agar tubuhnya tidak membentur dinding terowongan. Kesadaran spasial ini juga dibutuhkan anak saat tidur, ketika ia bisa memperkirakan luas tempat tidurnya sehingga ia tidak jatuh dari tempat tidur.
Bermain Perosotan
Anak belajar:
  • Berani menghadapi ketinggian karena dia harus meluncur dari tempat yang tinggi.
  • Keseimbangan, saat anak menaiki tangga dan meluncur dari perosotan.  Anak harus bisa menjaga keseimbangan tubuhnya agar tidak terguling dan bisa sampai di ujung bawah perosotan dengan posisi tetap duduk tegak.
  • Sabar mengantre mendapatkan giliran untuk merosot. Perosotan harus dimainkan secara bergantian untuk menghindari tabrakan dengan anak lain, bila suasananya ramai. Ajarkan anak untuk menunggu agar anak lain yang meluncur sampai di bawah lebih dulu, sebelum giliran anak Anda. 
  • Berbagi karena mainan perosotan adalah mainan yang bisa dimainkan beramai-ramai. Anak harus mau berbagi dengan anak-anak lain yang juga ingin ikut bermain.
Bermain Kolam bola
Anak belajar:
  • Keseimbangan karena berdiri diantara bola-bola bisa membuatnya tidak stabil. Berusaha untuk tetap stabil berarti menjaga keseimbangan.
  • Mengenal warna primer dari bola merah, biru, kuning serta hijau.
  • Bersosialisasi karena permainan ini lebih seru bila dimainkan bersama-sama. Dia juga bisa bermain imajinatif, misalnya berkhayal berenang di laut.
Bermain Monkey bar
Anak belajar:
  • Kekuatan otot telapak tangan, lengan dan perut untuk menahan bobot tubuhnya.
  • Berbagi karena mainan ini bisa dimainkan beramai-ramai.
  • Mengantre. Satu anak menyelesaikan permainan baru bisa dilanjutkan anak yang lain, tidak bisa dimainkan bersama-sama. 
Bermain Ayunan
Anak belajar:
  • Kendali tubuh karena yang menggerakkan ayunan itu bukan hanya  dorongan orang lain, tapi juga dari gerakan tubuh yang mengayun ke depan dan ke belakang. Cepat atau lambatnya gerak ayunan tergantung   si kecil mengendalikan tubuhnya.
  • Keseimbangan. Sambil berayun-ayun dia harus belajar menemukan titik keseimbangan tubuhnya agar dia tidak jatuh dari tempat duduknya.
  • Konsep cepat dan lambat. Balita belajar semakin kuatnya dorongan,  membuat ayunan bergerak semakin cepat. Ketika dorongan melemah, gerak ayunan pun melambat.
Bermain Jungkat-jungkit
Anak belajar:
  • Kerjasama karena permainan ini harus dimainkan oleh sedikitnya dua orang yang saling bekerja sama menggerakkan papan untuk naik atau turun.
  • Kontrol tubuh untuk gerakan naik-turun jungkat-jungkit.
  • Melatih otot kaki saat kedua kaki bekerja mendorong agar jungkat-jungkit naik dan menahan saat turun agar tidak  membentur permukaan tanah.
  • Prinsip fisika sederhana, yaitu tentang timbangan (ringan-berat) serta naik-turun. (me)




 

Artikel Rekomendasi