Ibu Gemuk, Kok, Janinnya Kurus?

 

bagaimana jika ibu hamil gemuk, tapi janin kurus
Foto: Freepik

Berat badan naik saat hamil adalah wajar. Ibu hamil menjadi terlihat lebih gemuk atau berisi dibanding sebelumnya. Tetapi, kenaikan berat badan itu pun harus ideal, tidak boleh drastis atau berlebihan, karena ada risiko-risiko yang akan Anda hadapi dan berpengaruh pada kondisi janin.
 
Sebaliknya, berat badan Anda juga tidak boleh turun jauh, karena ini pun memiliki risiko. Memantau dan menjaga kenaikan berat badan ideal perlu Anda lakukan. Berikut ini adalah berbagai kasus seputar berat badan saat hamil berkaitan dengan kesehatan Anda dan janin, dan apa solusi yang perlu segera Anda lakukan.
 
Baca juga: Penyebab Berat Badan Naik Drastis pada Ibu Hamil
 
Kenaikan berat badan ibu tidak terkontrol, tetapi kata dokter, janin baik-baik saja.
Meski yang menjadi patokan kesehatan kehamilan adalah pertumbuhan janin, kenaikan berat badan ibu juga harus diperhatikan. Pola kenaikan berat badan yang baik adalah pelan dan kontinu. Jika tidak terkontrol, bisa jadi, hal itu terjadi akibat pola makan Anda yang kurang tepat, seperti ‘makan untuk berdua’ secara harafiah. Yakni, Anda makan 2 porsi setiap kali makan. Belum lagi ditambah sering mengonsumsi camilan tinggi kalori dan lemak.


Cermati pola makan Anda. Jangan maknai ‘Makan untuk berdua’ dengan porsi dua kali lipat atau makan sebanyak-banyaknya. Yang benar adalah berarti penambahan 300-500 kalori per hari dengan mengonsumsi menu sehat dan seimbang, juga menghindari camilan tinggi kalori atau lemak seperti tart, es krim, permen, kue-kue, dan junk food.  

Baca juga: Kebutuhan Gizi Ibu Hamil Trimester 1
 
Berat badan turun banyak di trimester pertama.
Bagaimana mengukur banyak tidaknya kenaikan berat badan saat hamil? Yang dimaksud dengan ‘banyak’ adalah jika berat badan ibu turun sampai 10% dari sebelum hamil. Misalnya, jika sebelum hamil berat badan ibu adalah 45 kg, lalu sekarang turun sebanyak4,5 kg. Itu terjadi karena janin terlalu banyak mengambil cadangan zat gizi ibu, dan ibu kurang makan.


Konsultasi ke dokter berkaitan dengan kondisi Anda, apalagi jika disertai muntah 10 kali sehari atau tidak bisa makan sama sekali. Anda mungkin perlu dirawat di rumah sakit untuk emmperbaiki kondisi Anda.  

Baca juga: Banyak Ibu Hamil di Indonesia yang Kurang Makan, Ini Dampaknya
 
Berat badan ibu naik berlebihan
Apa yang dimaksud berlebihan? Berat badan ibu naik hingga 4 kilogram per bulan, padahal normalnya hanya 2 kilogram. Waspadalah, jika kenaikan berat badan berlebihan itu disertai tekanan darah tinggi dan pembengkakan di kaki, muka atau tangan, karena ini merupakan pertanda preeklampsia (komplikasi kehamilan).
 

Segera ke dokter dan tambah jumlah waktu istirahat Anda.  

Baca juga: Tanya-Jawab: Hamil, Kok, Berat Badan Naik Terus?
 
Sudah gemuk, saat hamil tambah gemuk lagi.
Kondisi ini tentu membuat ibu menjadi tidak nyaman. Ibu berisiko mengalami sakit punggung dan pembesaran pembuluh darah vena di kaki. Risiko lainnya adalah komplikasi perdarahan, tekanan darah tinggi, diabetes, dan preeklampsia. Selain terjadi pada ibu, risiko juga bisa terjadi pada janin, yakni terhambatnya pertumbuhan, sebab pembuluh darah ibu yang mengangkut oksigen dan makanan untuk janin tersumbat lemak.
 

Anda harus berkonsultasi dengan dokter ahli gizi untuk mendapat pengaturan pola makan yang mencapai kenaikan berat badan 0,4 kg per 2 minggu pada trimester ke-2 dan ke-3. Jangan melakukan diet atau metode penurunan berat badan lainnya. Alasannya, pembakaran cadangan lemak selama hamil menyebabkan tubuh melepas senyawa yang membahayakan janin.  

Sudah kurus, semakin kurus.
Jika ibu mengalami kondisi ini, risiko yang ibu hadapi adalah bayi lahir dengan BBLR (Berat Bayi Lahir Rendah), tumbuh kembang, kesehatan dan tingkat kecerdasannya terganggu.
 

Konsultasi ke ahli gizi untuk mendapat pengaturan pola makan yang menambah BB sedikit lebih banyak dari 0,4 kg per minggu di trimester kedua dan ketiga. Ukur status gizi dengan mengukur lingkar lengan atas (LILA), untuk memprediksi adanya kekurangan energi dan protein kronis (terjadi sejak lama) pada ibu agar dapat diperbaiki sejak hamil.  

Sumber: Buku 9 Bulan yang Menakjubkan - Ayahbunda
 
(Perlu informasi seputar kehamilan? Tonton Video Series 9 Bulan yang Menakjubkan di YouTube AYAHBUNDA magz. Klik di sini, subscribe untuk mendapatkan konten-konten seputar kehamilan di tiap trimester secara reguler. Cek Instagram @ayahbunda_, Facebook AYAHBUNDA, serta website www.ayahbunda.co.id)
 
Baca juga:
Gizi Ibu Hamil Trimester III
Alasan Ibu Hamil Perlu Minum Susu
6 Camilan Mengenyangkan untuk Ibu Hamil
Semua tentang Asam Folat, Pahlawan Ibu Hamil dan Bayi

 

 


Topic

#9BulanYangMenakjubkan #Kehamilan #trimestersatu



Artikel Rekomendasi