Muntah Berlebihan, Ganggu Kehamilan

 

Mual dan muntah di awal kehamilan memang  wajar. Tapi jika berlebihan, bisa berbahaya. Dan sekitar 1,5%-2% dari seluruh kehamilan,  calon ibu bisa  mengalami mual dan muntah yang ekstrim. Atasi segera!
    
Hyperemesis Gravidarum. Mual dan muntah berlebihan disebut juga dengan Hyperemesis Gravidarum. Penderita hyperemesis gravidarum dapat mengalami muntah hingga 10 kali dalam sehari, sehingga mengganggu kesehatan dan aktivitas sehari-hari. Mual dan muntah yang berlebihan ini dapat terjadi sepanjang masa kehamilan, jika tidak ditangani dengan serius.

Gejala hyperemesis gravidarum biasanya muncul antara 4-6 minggu usia kehamilan dan dapat mencapai puncaknya antara 9-13 minggu usia kehamilan. Kebanyakan ibu hamil menerima bantuan antara minggu ke 14 – 20 usia kehamilan, namun 20% dari ibu hamil yang mengalami hyperemesis gravidarum butuh perawatan sepanjang sisa kehamilan mereka.

Penyebab muntah berlebih belum diketahui secara pasti penyebabnya.
  • Perubahan hormon pada ibu hamil berupa HCG (Human Chorionic Gonadotropin) yang berguna untuk meningkatkan produksi hormon progesteron oleh indung telur atau ovum sehingga kehamilan dapat dipertahankan. Hormon ini adalah hormon yang dilepaskan plasenta. Kadar hormon HCG yang tinggi dalam darah ibu memicu rasa mual dan muntah.
  • Kehamilan kembar atau lebih. Dalam kehamilan tunggal, biasanya konsentrasi HCG meningkat cepat selama minggu pertama, dan menjadi ganda setiap dua atau tiga hari selanjutnya. Pada kehamilan kembar atau lebih, kadar HCG dapat meningkat lebih jauh lebih tinggi dari hamil tunggal.
  • Pernah mengalami hyperemesis gravidarum pada kehamilan sebelumnya mempunyai kemungkinan mengalami hal yang sama pada kehamilan berikutnya.
Akibat muntah berlebihan.
  • Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh, sehingga terjadi dehidrasi.
  • Berat badan menurun, denyut nadi meningkat menjadi 100 kali permenit dan tekanan darah menurun.
  • Kekurangan asupan, sehingga nutrisi tidak terpenuhi secara optimal. Akibatnya pertumbuhan janin terganggu. Bahkan jika kekurangan gizi berlangsung terus menerus, lama kelamaan janin bisa meninggal.
  • Pada kejadian muntah berlebihan selama kehamilan yang bersifat parah, dapat mengakibatkan gangguan hati.
Bedanya dengan Morning Sickness. Pada morning sickness mual kadang disertai muntah dan akan reda pada usia kehamilan 12 minggu atau segera setelahnya. Sedangkan pada hyperemesis gravidarum mual yang terjadi dapat disertai dengan muntah hebat yang dapat mengganggu aktifitas sehari-hari karena penderitanya menjadi lemas. Morning sickness tidak mengakibatkan dehidrasi, mudah diatasi dengan minuman hangat dan makanan ringan.  (me)

Baca juga:
Atasi Muntah Berlebihan Saat Hamil
Mual dan Muntah Yang Aman
Ibu Hamil Didera Mual dan Muntah
10 Cara Tangani Morning Sickness






 

 



Artikel Rekomendasi