5 Curhatan Ayah Saat Temani Istri Hamil

 

Pixabay

Berdebar-debar, takjub, gelisah, takut, tapi juga indah, adalah serentetan perasaan yang kerap dialami  ibu hamil.  Beruntung jika selama proses kehamilan itu, sang ibu ditemani dengan penuh cinta oleh suami. Meski tak ikut merasakan keberadaan makhluk hidup di dalam lapisan perutnya, ayah juga sangat peduli dan berharap tahu banyak tentang kehamilan yang sedang dialami istrinya.

Seperti curhatan para ayah di komunitas Parents.com, mereka membagikan pengalaman mereka saat mendampingi kehamilan sang istri berikut ini:

 
  • Setiap kehamilan itu unik
“Saya lihat di film dan tahu ada wanita hamil disertai morning sickness. Dia makan selai kacang dan acar, kemudian perutnya membesar, pecah ketuban dan bayinya lahir sejam setelah itu. Tapi istri saya tidak mengalami morning sickness. Dia juga menolak tawaran saya untuk makan selai kacang dan acar, lalu ia melahirkan 24 jam setelah pecah ketuban. Sekarang saya punya dua anak, dan akhirnya saya tahu bahwa setiap kehamilan itu unik.   – James A.
 
  • Akan ada saat suami tidak dapat membantu istri
“Saya menikah dengan wanita yang kuat, tapi saya tahu bahwa ada saat-saat saya akan dibutuhkan olehnya. Namun, pada kehamilan ke dua, istri saya mengalami rasa tidak nyaman dan sakit yang saya tidak mampu membuatnya merasa lebih baik. Memang, secara fisik saya membantu, tapi akan ada saat dimana dirinya ingin dibiarkan sendiri. Dan suami tidak perlu menganggap ini sebagai sebuah keegoisan. – Stuart C.
 
  • Hiperemesis gravidarum lebih dari 'morning sickness'
“Selama kehamilan pertama istri saya, dia mengalami morning sickness yang parah. Dokter kandungan kami mengatakan bahwa itu biasa terjadi dan akan berlangsung sekitar 16-18 minggu. Ketika kami telah mencapai periode itu, morning sickness tetap berlanjut. Dan kata dokter itu adalah hiperemesis gravidarum.” – Sean H.
 
  • Gugup jaga istri
“Saya ingat sangat gugup tentang segala hal saat istri saya hamil. Saya mengira bahwa diri saya tidak akan bisa mengganti popok bayi, dan menjadi ayah yang baik. Saya cenderung mencemaskan dan khawatir pada istri saya ketika itu. Tapi akhirnya saya lega karena berhasil mencapai perasaan stabil saat menjaga bayi.. Meski sempat sedikit frustasi karena tidak tahu apa alasan bayi saya menangis. – Dan H.
 
  • Jangan lupa memenuhi ajakan kencan istri
“Saya tidak akan mengatakan bahwa saya adalah orang paling romantis di dunia, tapi saya pasti mengusahakan yang terbaik untuk membawa istri saya keluar, setidaknya tiga bulan per bulan. Ketika dia hamil, saya tahu dia tidak bisa menikmati segelas anggur saat dinner, seperti yang selalu dia pesan ketika sebelum hamil. Sebagai gantinya dia memilih untuk mengajak saya kencan. Sekarang kami sudah punya balita, dan saya menyadari masa-masa kehamilan dulu seharusnya memang saya manfaatkan dengan sebaik-baiknya.” – Trevor K.

(Alika)

Baca juga : Tips Pilih Bra Nyaman untuk Ibu Hamil 
 

 

Artikel Rekomendasi

post4

Agar Hamil Bahagia!

Kehamilan menjadi dambaan sebagian besar pasangan yang menikah. Ciptakan suasana bahagia selama masa kehamilan! ... read more