Sukses Mudik Saat Hamil

 

Tak perlu memaksakan diri mudik, tapi bila keinginan itu ingin Anda laksanakan, pastikan kehamilan Anda sehat, dan lakukan persiapan matang.

Cek dan ricek. Kunci sukses ibu hamil mudik adalah konsultasi ke dokter sebelum bepergian. Bila mendapat lampu hijau, minta dokter melengkapi buku catatan kesehatan milik Anda dan meresepkan beberapa jenis obat yang biasa Anda konsumsi. Ini untuk menjaga bila Anda harus mengunjungi dokter di tempat mudik. Ada baiknya pula Anda mencari rekomendasi dokter dan rumah sakit di tempat tujuan. Lakukan imunisasi bila Anda akan bepergian ke daerah endemis penyakit tertentu. Namun, bila dokter melarang Anda pergi karena ada komplikasi yang dapat membuat bayi lahir prematur atau bahaya lainnya, tek perlu berkecil hati. Sanak saudara tentu mengerti alasan ini.  Semua untuk kesehatan Anda dan janin.

Pilih trimester 2
. Trimester kedua (18-24 minggu) adalah waktu terbaik bagi ibu hamil untuk bepergian. Selain masa genting pembetukan janin sudah terlewati, beberapa gangguan seperti mual, muntah, pusing, dan cepat merasa lelah, juga mulai hilang. Bekali diri Anda dengan identitas yang jelas dan nomor telepon penting yang bisa dihubungi bila terjadi sesuatu dengan Anda. Letakkan di tempat yang jelas terlihat, misalnya digantungkan pada tas tangan Anda.

Lebih awal, lebih baik. Lakukan mudik jauh hari sebelum Lebaran. Misalnya H-7. Saat ini belum banyak orang mudik sehingga perjalanan Anda pun akan lebih tenang dan nyaman. Mudik jauh hari sebelum hari-H juga mencegah Anda:
  • Terjebak kemacetan bila naik mobil.
  • Berdesak-desakan naik gerbong.
  • Antre panjang saat check-in bila naik pesawat terbang.
Perhatikan isi perut. Makan dulu di rumah, bila perlu bawa bekal roti sandwich atau kroket daging dan sayuran, serta jus buah. Pada hari-hari ini restoran penuh atu pilihan makanan kurang memenuhi asupan gizi ibu hamil. Harganya pun biasanya mahal. Pastikan Anda cukup minum untuk mencegah dehidrasi. Apalagi jika Anda bepergian dengan pesawat. Udara di dalam kabin cenderung kering, sehingga risiko timbulnya dehidrasi lebih besar. Oleh karena itu ibu hamil harus banyak minum.

Istirahat. Bila tempat tujuan Anda tidak terlalu jauh, mobil pribadi adalah pilihan kendaraan terbaik. Selama dalam perjalanan, berhenti minimal setiap 2 jam sekali,untuk beristirahat melemaskan otot-otot. Pilih tempat istirahat yang nyaman dan aman,misalnya di rumah makan atau pombensin besar. Turunlah dari mobil, lalu berjalan kaki berkeliling atau melakukan latihan peregangan ringan selama kurang lebih 10-20 menit agar aliran darah lancar. Udara yang segar akan membuat tubuh Anda kembali bugar.

Usir bosan. Sempatkan diri Anda untuk bangkit dari kursi dan berjalan-jalan. Selain memperlancar aliran darah dan mencegah terjadinya pembengkakan, kegiatan ini bisa mengusir rasa bosan selama perjalanan. Pilihlah kusi di sisi terluar agar Anda mudah berdiri atau duduk kembali. Anda nyaman, demikian pula penumpang yang lain.

Utamakan kebersihan. Selalu perhatikan kebersihan diri lingkungan sekitar Anda. Bila Anda makan atau minum di sembarang tempat, atau tidak mencuci tangan dengan baik, misalnya, bukan tidak mungkin Anda akan terkena diare. Jika ingin mencicipi makanan lokal, datangi restoran yang memiliki standar sanitasi tinggi. Hindari tempat makan di tempat yang sanitasinya kurang baik. Cuci bersih buah dan lalapan yang akan dikonsumsi. (me)

Baca juga:
Hamil Dan Nyaman Dalam Perjalanan

 

Artikel Rekomendasi