Beda Usia Kehamilan, Beda Masalah Tidur

 

 
TRIMESTER 3 Sering Terbangun
 
Menjelang akhir kehamilan, umumnya ibu hamil akan merasa susah untuk tidur nyenyak. Mereka bisa terbangun setidaknya 3 kali setiap malam, bahkan sebagian besar terbangun 5 kali atau lebih, seperti diungkapkan Dr. Jodi A. Mindell dan Dr. Barry J. Jacobson dalam buku “Sleep Disturbances During Pregnancy”. Namun, tidur harus jadi prioritas Anda karena wanita hamil yang tidur kurang dari 6 jam setiap malam bisa mengalami proses melahirkan lebih lama dan cenderung melahirkan lewat operasi sesar dibandingkan mereka yang tidur 7 jam atau lebih setiap malam.
 
Tantangan
  1. Sakit punggung. Studi di Yale University, Connecticut, AS, melaporkan,  60% wanita hamil mengeluhkan sulit tidur karena sakit punggung.
  2. Sering BAK. Sama seperti di trimester 1, keinginan untuk ke kamar mandi pada malam hari semakin meningkat, seiring membesarnya rahim dan janin yang semakin turun ke arah panggul.
  3. Penyempitan pembuluh darah di bagian hidung dan perut yang membesar memicu menutupnya saluran udara dan menyebabkan Anda tidur sambil mendengkur. Ini bisa berkembang menjadi obstructive sleep apnea, kondisi dimana nafas terhenti selama setidaknya 10 detik. Hal ini lebih sering dialami pada wanita yang kelebihan berat badan atau obesitas sebelum hamil. Gangguan pernafasan saat tidur dikaitkan dengan peningkatan risiko preeklampsia dan bayi lahir dengan berat badan rendah.
  4. Restless Leg Syndrome (RLS). Sekitar 20% wanita hamil kerap merasakan kesemutan pada kakinya. Ini bisa disebabkan oleh kurangnya konsumsi zat besi dan folat.
  5. Peningkatan berbagai hormon di dalam tubuh selama hamil akan membuat suhu tubuh berfluktuasi dan cenderung lebih panas dibandingkan sebelum hamil, sehingga Anda akan merasa kegerahan.
Solusinya
  1. Saat tidur, berbaringlah di sisi kiri Anda. Ini akan mengurangi rasa sakit di punggung bagian bawah, mencegah dengkuran saat tidur, dan meningkatkan sirkulasi ke janin. Gunakan bantal hamil jika perlu dan lakukan peregangan secara teratur.
  2. Stop minum pada malam hari. Hindari minum dua jam sebelum tidur. Ketika Anda BAK, angkat perut untuk membuat kandung kemih benar-benar kosong.
  3. Lakukan pijat ringan pada kaki jelang tidur. Anda juga bisa mandi dengan air hangat. Jalan di sore hari juga bisa menghindarkan RLS.
  4. Gunakan baju tidur yang longgar dan tipis atau selimut tipis untuk mencegah kegerahan.
  5. Jika gangguan mendengkur dan apnea semakin parah, konsultasikan masalah ini ke dokter. (ES)

 



Artikel Rekomendasi

post4

Tak Kunjung Hamil

Ketika lama tak punya buah hati, wanita kerap ’dituduh’ menjadi penyebabnya. Bagaimana sebenarnya?... read more