Kenali 6 Peran Ayah Baru Setelah Bayi Lahir

 


Foto: Pixabay


Peran baru menjadi ayah kerap membingungkan. Ada bayi yang harus diurus, sementara pasangan juga membutuhkan bantuan, perhatian, dan dukungan. Tenang, jika dijalani lama-kelamaan Ayah baru pasti terbiasa. Saatnya mengurangi kebingungan dengan menjalani enam hal berikut ini.
 
1. Ayah punya hak cuti
Saat istri melahirkan, yang paling membutuhkan Anda adalah istri Anda. Ambillah cuti, karena Anda punya hak cuti. Setiap perusahaan mempunyai peraturannya masing-masing. UU no. 13/2003 tentang ketenagakerjaan menyebut, karyawan laki-laki di Indonesia memperoleh hak cuti mendampingi istrinya melahirkan selama 2 hari. Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara no. 24/2017/Tata cara pemberian cuti PNS untuk istri melahirkan (cuti alasan penting) menyatakan, PNS laki-laki yang istrinya melahirkan/operasi sesar dapat diberikan cuti karena alasan penting dengan melampirkan surat keterangan rawat inap dari unit pelayanan kesehatan. Poin IIE no. 6 tertulis, lamanya cuti karena alasan penting ditentukan oleh pejabat yang berwenang memberikan cuti paling lama 1 (satu) bulan.
 
2. Hadapi kenyataan
Segala sesuatunya sekarang ada di dekat Anda. Popok bayi, bedak bayi, breast pad, breast pump, dan minyak telon. Jangan  mengkhayal terlalu jauh, mengangankan anak sudah bisa menggowes sepeda, sementara bayi Anda merangkak saja belum. Ini akan membuat Anda lelah. Mengasuh anak ibarat lari maraton atau jarak jauh--bukan sprint--yang membutuhkan napas panjang dan strategi langkah. Namun, jangan sampai membuat Anda, para ayah kehilangan momen penting mengasuh dan mendidik anak sejak bayi sampai masa remajanya, bahkan memasuki usia dewasa. Mengasuh bayi baru mungkin kurang menyenangkan, tapi hasilnya akan sebanding, dan Anda akan mendapatkan imbalannya ketika anak Anda dekat dengan ayahnya.
 
3. Kembangkan keterampilan baru  
Tumbuh kembang anak memiliki tempo dan iramanya masing-masing. Sebelum bisa berjalan, dia akan merangkak, dan akan berjalan sebelum dia berlari. Kebahagiaan menjadi ayah baru adalah kesempatan sangat luar biasa yang sebelumnya tak pernah Anda alami, yaitu mengembangkan keterampilan baru seperti mengasuh dan membesarkan anak, dan Anda melakukannya dalam rangka menolong orang yang Anda cintai. Instruktur Anda adalah istri, mertua, dan ipar.

Kebutuhan utama di awal menjadi orang tua bayi baru adalah kebutuhan bayi. Belajar memakaikan popok agar tidak bocor, jauh lebih penting daripada membangun konsep pendidikan yang maha hebat. Manusia kecil di hadapan Anda memerlukan hal-hal kecil, pelajari bayi Anda dengan rendah hati. Hadiahnya bukan sekadar tugas ayah segera selesai, tapi ayah akan merasa nyaman karena semakin paham bagaimana urusan bayi ini bisa berlangsung dengan baik. Anda tidak perlu merasa terintimidasi bila ada orang yang menatap Anda selagi Anda menimang bayi. Anda tak perlu merasa grogi ketika car seat atau stroller ‘ngadat’. Anda hanya perlu latihan menggunakannya.

4. Istri lebih penting daripada Anda sendiri
Tidak ada kata happy wife, happy life saat bayi baru lahir. Perkawinan Anda pada sisi yang berbeda (istri) memiliki seorang partener (Anda), yang untuk alasan biologis, perlu pasangannya untuk menolong dan mendukung, dimulai dari saat ini sampai setidaknya enam bulan pertama setelah bayi lahir. Istri Anda masih kelelahan, mungkin merasa jauh dari menarik, dan berpotensi mengalami babyblues. Karena Anda tidak dapat menyusuinya ASI, istri Anda memerlukan Anda untuk bergantian bergadang. Pekerjaan Anda sekarang serabutan; belanja keperluan bayi, menggendong bayi, membuatkan minuman untuk istri, dan lain-lain. Kalau sekarang waktu istri Anda tersita untuk bayi, Anda harus merawat istri Anda.
  
5. Hargai diri Anda, jaga keluarga Anda
Anda saat ini sedang diuji tentang menghargai diri sendiri dan kesetaraan dalam kehidupan perkawinan Anda dalam kondisi belajar menjadi orang tua. Meski ibu baru berhak mendapatkan banyak waktu luang, tetap ada batasannya sehingga Anda tidak merasa terabaikan. Lagi-lagi kebutuhan istri–terutama bayi–adalah prioritas utama sekarang ini sehingga perlu diskusi agar semua pihak merasa nyaman menjalani peran masing-masing.
 
6. Hanya sementara
Bayi baru akan tumbuh dan berkembang dengan sangat pesat. Rasanya baru saja memahami polanya, pola baru akan muncul menggantikan pola lama. Pola tidur dan jam menyusu, apa yang bisa membuat bayi tenang atau tidak berhasil membuatnya tenang ketika rewel bakal segera berubah. Jadi kalau Anda mendapati diri Anda pada fase yang sulit, santai saja. Hal itu akan berlalu. Kalau Anda merasa tidak berhasil memahami, jangan menghukum diri sendiri. Semua ibu dan ayah baru mengalaminya. Anda hanya sekali saja menjadi ayah baru; bangga, sakit, gembira, kurang tidur – adalah bagian dari itu semua, dan akan menyenangkan pada akhirnya. 
 
 
 
IMMANUELLA RACHMANI


Baca juga:
Ayah, Begini 4 Langkah Menjadi Super Single Dad
5 Penyebab Ibu Baru Menangis
Ayah, Lakukan 5 Hal Ini untuk Menjaga Kekompkan dengan Anak Perempuan

 



Artikel Rekomendasi