12 Tip Membuat Balita Lebih Bahagia

 

Pixabay


7. BERMAIN DENGAN TEMAN
Ajarkan si kecil bersosialisasi, meski ia tergolong tipe yang senang sendiri maupun pemalu. Menurut psikolog Sandee McClowry dari New York University, AS, sifat pemalu memang merupakan salah satu karakter, maka perlu cara khusus untuk membuat ia mau berteman. Caranya antara lain dengan mengajak ia bermain dengan anak yang lebih muda, atau memberi ia tugas menyambut tamu di rumah. Dengan memiliki teman bermain, anak belajar banyak hal yang membuat hidup lebih berwarna, yang menjadi modal untuk merasa bahagia. Empati anak juga akan terasah. Misalnya, ketika temannya sedih, ia akan menghibur atau berbagi ketika teman tidak membawa bekal. Berikan
petunjuk praktis, misalnya dengan menyapa orang lain atau bergabung dengan teman yang sedang bermain.

8. LINGKUNGAN YANG BAHAGIA
Laura Kubzansky, profesor ilmu sosial dan perilaku dari Harvard School of Public Health, AS, mengungkap, faktor keturunan (gen) dari orang tua yang berbahagia memiliki pengaruh yang besar untuk menghasilkan anak-anak yang berbahagia pula. Namun tidak cukup sampai di situ, sebab lingkungan juga memiliki pengaruh terhadap kebahagiaan psikologis. Dalam bukunya, Christine Carter menyebutkan, banyak penelitian mengungkap hubungan kecenderungan orang yang bahagia adalah orang-orang yang jarang menonton TV. Meski belum diketahui apa hubungannya, namun dengan tidak terlalu sering terpapar TV, maka si kecil jadi bisa melakukan aktivitas aktif lain.

9. MEMOTIVASI ANAK
Adalah sah, menginginkan anak menjadi seperti yang orang tua harapkan. Umumnya orang tua berharap anak-anaknya dapat tumbuh cerdas dan sejahtera kelak. Maka, mengajarkan anak disiplin itu perlu, namun hindari bila terlalu berlebihan, apalagi sampai memaksa anak. Sebuah penelitian dari Journal of Personality menyebutkan, orang tua yang terlalu memaksa anak melakukan sesuatu agar bisa memperoleh nilai tinggi di sekolah, lebih rentan menjadi pribadi yang sangat kritis terhadap diri sendiri (terlalu menyalahkan diri sendiri, bila suatu kali gagal), berisiko mengalami kecemasan dan depresi. Hal ini tentu merenggut kebahagiaannya.

 

 



Artikel Rekomendasi

post4

Kurikulum Keluarga Najeela Shihab

Butuh effort dan kesabaran yang luar biasa untuk menerapkan nilai-nilai baik dalam diri anak. Tak hanya menyediakan pendidikan untuknya, Anda juga harus terlibat dalam proses pengasuhan dengan menerap... read more